BPBD Buleleng Sebut Media Berperan Krusial Bangun Kesadaran bencana Masyarakat
- 09 Jul 2026 09:56 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Media memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi kebencanaan kepada seluruh lapisan masyarakat dan mitra pemerintah dalam membangun budaya sadar bencana.
- BPBD Kabupaten Buleleng secara rutin menyelenggarakan minimal dua kegiatan sosialisasi dan pelatihan mitigasi kebencanaan setiap bulan di daerah-daerah dengan potensi bencana.
- Perubahan pola musim membuat prediksi cuaca semakin dinamis, sehingga masyarakat perlu aktif mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan lembaga terkait, bukan hanya bergantung pada kebiasaan musim sebelumnya.
- Dalam konsep pentahelix, lima unsur yang saling mendukung dalam penanggulangan bencana adalah pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.
RRI.CO.ID, Singaraja – Peran media dinilai menjadi salah satu unsur paling penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana. Hal tersebut disampaikan Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Mahendra, menurutnya informasi mengenai potensi bencana, langkah mitigasi hingga peringatan dini tidak akan tersampaikan secara optimal tanpa dukungan media massa. Karena itu, media menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
"Media memiliki peran yang sangat penting. Bagaimana informasi kebencanaan bisa sampai kepada masyarakat, dipahami, kemudian mendorong masyarakat untuk siap menghadapi bencana, semuanya membutuhkan peran media," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam konsep pentahelix penanggulangan bencana terdapat lima unsur yang saling mendukung, yakni pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. Dari kelima unsur tersebut, media memiliki posisi strategis sebagai penyampai informasi kepada seluruh lapisan masyarakat.
| Baca juga: Hujan Deras Rendam Rumah di Sari Mekar |
BPBD Kabupaten Buleleng sendiri secara rutin melakukan edukasi kebencanaan melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan pelatihan di daerah-daerah yang memiliki potensi bencana. Setiap bulan, BPBD menjadwalkan sedikitnya dua kegiatan yang terdiri atas sosialisasi edukasi dan pelatihan mitigasi kebencanaan.
Selain kegiatan tatap muka, penyebarluasan informasi melalui media juga terus diperkuat, termasuk penyampaian peringatan dini apabila terdapat potensi bencana yang perlu diwaspadai masyarakat.
Dalam menghadapi musim kemarau tahun ini, BPBD juga menyiapkan materi edukasi khusus mengenai pengelolaan air bersih dan penghematan penggunaan air di tingkat rumah tangga. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sebelum terjadi krisis air.
Mahendra menambahkan bahwa perubahan pola musim beberapa tahun terakhir membuat prediksi cuaca menjadi semakin dinamis. Oleh sebab itu, masyarakat diminta tidak hanya bergantung pada kebiasaan musim sebelumnya, tetapi aktif mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan lembaga terkait.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas air selain memastikan ketersediaannya. Air yang tercemar dapat memicu berbagai penyakit sehingga masyarakat perlu memperhatikan kebersihan tempat penampungan air, terutama saat musim kemarau.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, media, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, BPBD berharap budaya kesiapsiagaan bencana dapat terus tumbuh sehingga dampak bencana di Kabupaten Buleleng dapat diminimalkan.
"Kami berharap informasi kebencanaan semakin mudah diterima masyarakat sehingga upaya mitigasi tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....