BPBD Buleleng Ajak Masyarakat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau
- 09 Jul 2026 12:12 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- BPBD Kabupaten Buleleng mengajak masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu krisis air bersih, kebakaran hutan, dan cuaca ekstrem.
- Kesiapsiagaan harus dimulai dari lingkungan keluarga dengan fokus utama pada pemetaan sumber air dan menjaga kualitas air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
- Masyarakat diminta melaporkan tanda-tanda awal kekurangan air sejak muncul pada beberapa kepala keluarga atau banjar tanpa menunggu krisis meluas untuk memastikan penanganan preventif lebih efektif.
RRI.CO.ID, Singaraja – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng mengajak masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang mulai berlangsung. Perubahan cuaca yang masih dipengaruhi masa pancaroba dinilai berpotensi memicu berbagai bencana, mulai dari krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan, hingga cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Mahendra, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, kebutuhan air menjadi aspek paling penting yang perlu dipersiapkan masyarakat selama musim kemarau.
"Air merupakan faktor utama penunjang kehidupan. Yang harus dijaga bukan hanya ketersediaannya, tetapi juga kualitasnya agar tetap layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
| Baca juga: Bali Masuki Kemarau, BPBD Keluarkan Waspada |
Ia mengatakan masyarakat perlu mulai memetakan sumber-sumber air di wilayah masing-masing serta memastikan kondisi penampungan air tetap terjaga. Langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi sebelum terjadi kekeringan yang lebih luas.
Mahendra mengungkapkan pengalaman pada musim kemarau sebelumnya menunjukkan bahwa distribusi bantuan air bersih justru lebih banyak dilakukan di wilayah barat Kabupaten Buleleng, seperti Kecamatan Gerokgak dan sekitarnya. Kondisi tersebut menjadi evaluasi penting agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat pada musim kemarau tahun ini.
Menurutnya, masyarakat tidak boleh menunggu hingga seluruh desa mengalami krisis air sebelum melaporkan kondisi yang terjadi. Penanganan harus dilakukan sejak muncul tanda-tanda awal kekurangan air bersih.
"Kalau sudah ada beberapa kepala keluarga atau satu banjar yang mulai mengalami kesulitan air, segera laporkan. Jangan menunggu kondisinya semakin meluas karena penanganan preventif jauh lebih efektif," katanya.
Selain menjaga cadangan air, BPBD juga mengimbau masyarakat menerapkan pola hemat air dalam aktivitas sehari-hari. Penggunaan air secara bijaksana dinilai mampu membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan sumber daya air selama musim kemarau.
Mahendra juga mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi sederhana seperti pemanenan air hujan yang mulai banyak diterapkan di berbagai daerah. Dengan pengelolaan yang baik, air hujan dapat menjadi sumber cadangan ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang.
Di sisi lain, BPBD Buleleng terus melaksanakan sosialisasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Program tersebut dilakukan sedikitnya dua kali setiap bulan melalui kegiatan penyuluhan maupun pelatihan mitigasi sesuai potensi bencana di masing-masing wilayah.
BPBD berharap langkah-langkah preventif yang dilakukan bersama masyarakat mampu mengurangi dampak musim kemarau sekaligus meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kabupaten Buleleng.
Kata Kunci / Tags
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....