SPAB Dinilai Jadi Investasi Kemanusiaan untuk Membangun Generasi Tangguh
- 07 Jul 2026 08:14 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Program SPAB merupakan inisiatif pemerintah yang komprehensif untuk melindungi peserta didik, guru, dan warga sekolah dari risiko bencana melalui tiga pilar utama: fasilitas aman, manajemen bencana, dan edukasi berkelanjutan.
- Kabupaten Buleleng memiliki berbagai potensi bencana sehingga edukasi mitigasi bencana sejak dini menjadi kebutuhan prioritas untuk membangun kesadaran dan kemampuan anak menghadapi situasi darurat.
- Setiap sekolah didorong menyusun rencana aksi kebencanaan dan melaksanakan simulasi minimal dua kali per tahun, dengan kolaborasi sekolah, PMI, BPBD, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci kesuksesan implementasi program.
RRI.CO.ID, Singaraja - Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana sejak usia dini. Melalui program ini, sekolah tidak hanya menyiapkan sarana dan prasarana, tetapi juga membentuk perilaku siswa agar mampu bertindak tepat saat terjadi keadaan darurat.
Anggota PMI Kabupaten Buleleng, Daud, menjelaskan, SPAB merupakan program pemerintah yang bertujuan melindungi peserta didik, guru, dan seluruh warga sekolah dari risiko bencana.
Menurutnya, Kabupaten Buleleng memiliki berbagai potensi bencana sehingga edukasi kepada siswa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
"Anak-anak harus mengetahui apa yang dilakukan ketika terjadi bencana, ke mana harus menuju, dan bagaimana menyelamatkan diri. Itu sebabnya SPAB menerapkan tiga pilar, yakni fasilitas sekolah yang aman, manajemen bencana, serta edukasi dan keberlanjutan," ujarnya.
Ia menambahkan, setiap sekolah didorong menyusun rencana aksi kebencanaan serta melaksanakan simulasi minimal dua kali dalam setahun agar kesiapsiagaan menjadi kebiasaan.
Sementara itu, dosen keperawatan bencana, Martini, menilai pendidikan mitigasi bencana sejak dini sangat penting mengingat Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi.
Menurutnya, edukasi tidak hanya bertujuan mengurangi korban jiwa, tetapi juga membangun kesadaran serta kemampuan anak dalam menghadapi situasi darurat.
"SPAB bukan sekadar program, tetapi investasi kemanusiaan untuk membangun generasi yang sadar risiko bencana, mampu menyelamatkan diri, dan membantu sesama," katanya.
Martini juga menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana melalui fasilitas sekolah yang memadai, jalur evakuasi, tim siaga, hingga literasi kebencanaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara sekolah, PMI, BPBD, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan penerapan SPAB di Kabupaten Buleleng.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....