BGN Tata Ulang Skema Insentif SPPG untuk Tingkatkan Kualitas Layanan MBG

  • 18 Jun 2026 17:49 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Badan Gizi Nasional
  • BGN
  • Makan Bergizi Gratis
  • MBG
  • SPPG
  • insentif SPPG
  • audit dapur
  • tata kelola program
  • keamanan pangan
  • kualitas gizi

RRI.CO.ID, Singaraja Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan penataan ulang skema insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini akan dibarengi dengan audit menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia layanan selama masa libur sekolah.

Penataan insentif dilakukan untuk menciptakan sistem yang lebih adil dan berbasis kinerja. Dalam skema baru tersebut, besaran insentif yang diterima SPPG akan mempertimbangkan jumlah penerima manfaat yang dilayani serta kualitas layanan yang diberikan.

BGN menilai sistem insentif yang berbasis performa dapat mendorong setiap penyedia layanan untuk terus meningkatkan standar operasional, menjaga kualitas makanan, serta memastikan distribusi berjalan tepat waktu dan sesuai ketentuan.

Selain itu, audit nasional yang dilakukan selama penghentian sementara program MBG akan menjadi dasar dalam menentukan kelayakan operasional setiap dapur. SPPG yang terbukti tidak memenuhi standar keamanan pangan atau melanggar SOP berpotensi dihentikan operasionalnya hingga mampu melakukan perbaikan sesuai rekomendasi yang diberikan.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat tata kelola Program MBG yang saat ini menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah. Dengan adanya evaluasi dan penataan insentif, BGN berharap kualitas layanan dapat semakin merata dan risiko gangguan dalam pelaksanaan program dapat diminimalkan.

BGN menegaskan bahwa perbaikan sistem dilakukan bukan untuk mengurangi manfaat program, melainkan memastikan setiap anggaran yang digunakan benar-benar menghasilkan layanan gizi yang aman, berkualitas, dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Ke depan, hasil audit dan evaluasi akan menjadi acuan dalam penyempurnaan mekanisme pengawasan, penyaluran anggaran, serta pemberian insentif kepada seluruh mitra penyedia layanan MBG di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....