Sungai Watch Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kolaborasi di Penarukan

  • 01 Jun 2026 23:09 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Sungai Watch
  • Dorong Pengelolaan Sampah
  • Sampah Berbasis Kolaborasi
  • Penarukan

RRI.CO.ID, Singaraja – Permasalahan sampah yang masih ditemukan di sejumlah aliran sungai menjadi perhatian serius berbagai pihak. Di Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, kolaborasi antara Sungai Watch Station Buleleng, pemerintah kelurahan, dan masyarakat terus diperkuat melalui aksi nyata menjaga kebersihan sungai.

Dalam kegiatan Gerakan Bersih Sungai yang digelar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Penarukan, Jalan Setiabudi, Lingkungan Satria, Senin 1 Juni 2026, sebanyak 187,1 kilogram sampah anorganik berhasil diangkat dari aliran sungai dan area sekitarnya.

Station Manager Sungai Watch Buleleng, I Gede Duta Dharma, menjelaskan bahwa Sungai Watch memiliki dua pendekatan utama dalam menangani sampah di sungai. Pertama melalui pemasangan jaring penahan sampah yang dipantau secara rutin, dan kedua melalui kegiatan pembersihan langsung atau clean up bersama masyarakat.

Menurutnya, di wilayah Kelurahan Penarukan saat ini telah terpasang dua unit jaring sampah yang berfungsi mencegah sampah mengalir lebih jauh ke hilir. Dari dua jaring tersebut, rata-rata sekitar 20 kilogram sampah berhasil dikumpulkan setiap hari.

“Pemasangan jaring ini sangat membantu menjaga kebersihan aliran air sawah dan subak agar tidak tercampur sampah. Jika diperlukan, kami siap berdiskusi dengan Krama Subak untuk penambahan jaring di titik-titik tertentu,” ucapnya.

Duta Dharma menilai persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya melalui aksi bersih-bersih. Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah menjadi faktor utama untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan sampah organik sebagai bahan kompos, sementara sampah anorganik dapat dikelola melalui layanan pengangkutan sampah yang telah tersedia di desa maupun kelurahan.

“Kalau sudah ada aturan dari Pergub atau Perda tentang pengelolaan sampah di Bali, mari kita taati bersama demi lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” katanya.

Menurut Duta Dharma, pihaknya juga siap mendukung berbagai program pengelolaan sampah yang dilaksanakan pemerintah maupun masyarakat. Dukungan tersebut tidak hanya berupa pemasangan jaring, tetapi juga keterlibatan dalam kegiatan gotong royong di berbagai lokasi yang membutuhkan penanganan sampah.

“Mungkin masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Namun jika ada kegiatan gotong royong lagi, baik di sungai, pangkung maupun lembah, kami siap membantu. Yang penting ada semangat bersama untuk membersihkan lingkungan,” ujarnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, komunitas lingkungan, dan masyarakat, upaya menjaga kebersihan sungai di Penarukan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih sehat dan bebas sampah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....