Dari Pijat ke Telur Asin, Kreativitas Penyandang Disabilitas Kembangkan UMKM
- 30 Mei 2026 21:56 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Semangat berwirausaha terus ditunjukkan Ni Putu Ariani, anggota Pertuni Bangli yang dikenal sebagai terapis pijat tunanetra. Selain menjalankan praktik pijat, ia kini merambah usaha baru berupa produksi telur asin yang dikelola bersama suaminya.
Usaha tersebut lahir setelah Ariani mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Telkom. Berbekal ilmu yang diperoleh, ia mencoba mengembangkan produk telur asin berbahan dasar telur bebek dengan merek “Telur Asin Pertuni Bangli.”
“Karena sudah mendapat pelatihan, saya ingin ilmu yang didapat bisa diterapkan dan bermanfaat,” ucapnya.
Usaha yang baru berjalan sekitar empat bulan itu dikerjakan bersama sang suami. Mulai dari proses pengasinan hingga pengukusan telur dilakukan secara mandiri. Dalam satu kali produksi, mereka mampu mengolah hingga 25 sampai 28 tray telur bebek.
Produksi biasanya dilakukan menjelang hari-hari tertentu, terutama menjelang Kajeng Kliwon yang menjadi momen meningkatnya permintaan masyarakat. Proses pengasinan memerlukan waktu sekitar 10 hingga 12 hari sebelum telur siap dikukus dan dipasarkan.
Meski terlihat sederhana, usaha telur asin memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah risiko telur pecah saat proses pengukusan yang dapat mengurangi keuntungan usaha.
“Kadang ada telur yang pecah saat dikukus, sehingga tidak bisa dijual seperti biasanya,” kata Ariani.
Saat ini, satu tray berisi 30 butir telur asin dijual dengan harga sekitar Rp100 ribu. Setelah dikurangi biaya bahan baku dan operasional, keuntungan bersih yang diperoleh dalam satu kali produksi berkisar Rp300 ribu.
Meski keuntungan yang diperoleh belum terlalu besar, Ariani tetap optimistis mengembangkan usahanya. Baginya, UMKM bukan hanya sarana mencari penghasilan tambahan, tetapi juga bukti bahwa penyandang disabilitas mampu berdaya dan berkontribusi dalam perekonomian.
Kegigihan Ni Putu Ariani membangun dua usaha sekaligus menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya. Dengan semangat belajar dan kemauan untuk terus berkembang, ia menunjukkan bahwa penyandang disabilitas dapat menjadi pelaku UMKM yang mandiri, produktif, dan menginspirasi masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....