Pernikahan Dini dan Perundungan Anak Jadi Perhatian Serius di Buleleng
- 22 Mei 2026 07:48 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Pernikahan Dini
- Perundungan Anak
- Jadi Perhatian Serius
- Buleleng
RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng menyoroti meningkatnya persoalan pernikahan dini dan perundungan anak yang dinilai dapat berdampak serius terhadap tumbuh kembang generasi muda di Kabupaten Buleleng.
Kepala Dinsos P3A Kabupaten Buleleng I Putu Kariaman Putra mengungkapkan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah pencegahan agar anak-anak tidak kehilangan hak pendidikan maupun mengalami trauma berkepanjangan.
Berdasarkan data tahun 2025, terdapat 29 permohonan dispensasi pernikahan dini yang masuk melalui Pengadilan Agama. Dari jumlah tersebut, tiga permohonan ditolak karena dinilai belum memenuhi alasan yang kuat. Sementara hingga Mei 2026 tercatat sembilan permohonan dispensasi, dengan satu permohonan ditolak.
Sebagian besar permohonan dispensasi diajukan akibat kehamilan di luar nikah maupun alasan hubungan asmara remaja.
“Kami terus melakukan mediasi bersama keluarga agar anak-anak tetap bisa melanjutkan pendidikan dan tidak putus sekolah akibat pernikahan dini,” ujar Kariaman.
Dinsos P3A Buleleng juga bekerja sama dengan Pengadilan Agama untuk melakukan mediasi sebelum dispensasi pernikahan diberikan. Pendampingan psikologis turut dilakukan agar anak-anak tidak mengalami tekanan mental maupun stigma sosial dari lingkungan sekitar.
Selain persoalan pernikahan dini, kasus perundungan atau bullying juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dinsos P3A menilai perundungan dapat berdampak besar terhadap kondisi psikologis anak apabila tidak segera ditangani.
Melalui program Besti Buleleng, anak-anak yang mengalami perundungan dapat melapor secara rahasia melalui layanan WhatsApp maupun datang langsung ke ruang konseling yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Dinsos P3A juga rutin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah mulai tingkat SMP hingga SMA/SMK untuk memberikan edukasi mengenai bahaya bullying dan pentingnya keberanian melapor apabila menjadi korban kekerasan.
Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....