Pemuda Pelopor Buleleng Dorong Ketahanan Mental dan Literasi Digital Generasi Z

  • 22 Mei 2026 07:45 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Literasi Digital
  • Generasi Z
  • Pemuda Pelopor Buleleng
  • Dorong Ketahanan Mental

RRI.CO.ID, Singaraja - Generasi muda dinilai menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era digital, mulai dari derasnya arus informasi, pengaruh media sosial, hingga persoalan kesehatan mental. Karena itu, diperlukan peran aktif pemuda pelopor untuk membangun ketahanan mental dan literasi digital di kalangan anak muda.

Pembina Pemuda Pelopor Buleleng, Dr. Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, M.Pd., mengatakan ketahanan mental menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki generasi muda saat ini.

Menurutnya, banyak persoalan sosial yang muncul akibat lemahnya daya tahan mental, sehingga diperlukan pendampingan, motivasi, dan ruang positif bagi anak muda untuk berkembang.

Ia menjelaskan, pihaknya terus mendorong generasi muda agar mampu menjadi pribadi yang tangguh melalui pola pikir positif dan semangat kepeloporan.

“Ketahanan mental itu penting agar generasi muda tidak mudah menyerah menghadapi masalah. Pemuda harus menjadi solusi, bukan justru ikut terpuruk,” ujarnya.

Selain itu, ia juga memperkenalkan konsep sederhana dalam menghadapi persoalan sosial melalui langkah “ABCD”, yakni amati masalah, beraksi nyata, cerdas memilih solusi, dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Pemuda Pelopor Pendidikan, I Gede Yudi Antara, menyoroti pentingnya literasi digital di kalangan pelajar. Ia menilai banyak generasi muda mudah terpengaruh oleh informasi di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Sebagai guru, Yudi mengajarkan para siswa untuk berpikir kritis dan membiasakan diri melakukan “saring sebelum sharing” agar tidak mudah terjebak hoaks maupun konten negatif.

“Anak-anak harus dibiasakan berpikir kritis terhadap apa yang mereka lihat di media sosial. Jangan mudah percaya tanpa mencari tahu kebenarannya,” katanya.

Yudi juga mengajak generasi muda untuk aktif menciptakan karya inovatif yang dapat menjadi solusi bagi persoalan di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, Pemuda Pelopor Seni dan Budaya, Kadek Angga Wahyu Pradana, memanfaatkan kegiatan seni sebagai media pembinaan mental generasi muda.

Melalui sanggar seni yang dibinanya, ia memberikan ruang bagi anak-anak dan remaja untuk menyalurkan energi positif melalui latihan gamelan dan seni tari Bali.

Menurutnya, kegiatan seni mampu membantu generasi muda membangun rasa percaya diri, disiplin, dan kepedulian sosial.

“Sanggar menjadi tempat anak-anak bercerita dan bertumbuh bersama. Seni bisa menjadi media untuk mengurangi tekanan mental sekaligus membangun karakter,” ucapnya.

Penguatan karakter, literasi digital, dan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan positif menjadi langkah penting untuk menghadapi tantangan zaman dan diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan menuju Indonesia Emas 2045.




google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....