IPB Tegaskan Keterlibatan Kampus di Program MBG Berbasis Riset
- 09 Mei 2026 21:05 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- IPB University
- MBG
- Makan Bergizi Gratis
- Center of Excellence
- Badan Gizi Nasional
- dapur MBG
- kampus dan MBG
- riset pangan
- anggaran pendidikan
- kebijakan pendidikan
RRI.CO.ID, Singaraja — IPB University memberikan penjelasan terkait keterlibatan kampus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul kritik dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB.
Pihak kampus menyatakan keterlibatan IPB dalam program tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengembangan Center of Excellence (COE) yang berfokus pada riset, inovasi, dan penguatan sistem pemenuhan gizi nasional berbasis akademik.
IPB menegaskan pengelolaan dapur MBG tidak menggunakan anggaran pendidikan maupun dana operasional akademik kampus. Pengelolaan disebut dilakukan oleh holding company kampus melalui yayasan terpisah sehingga aktivitas akademik tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul kritik BEM KM IPB yang menilai keterlibatan institusi pendidikan dalam program MBG berpotensi mengganggu fungsi utama kampus sebagai lembaga pendidikan dan intelektual.
Mahasiswa sebelumnya mempertanyakan kesiapan sumber daya kampus, fasilitas pendidikan, hingga kemungkinan terganggunya fokus dosen dan mahasiswa apabila kampus terlalu jauh dilibatkan dalam operasional program MBG.
Di sisi lain, pihak kampus menilai perguruan tinggi memiliki kapasitas keilmuan untuk membantu pemerintah dalam memastikan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Melalui pendekatan berbasis riset, kampus diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan standar gizi, tata kelola pangan, pengawasan kualitas, serta inovasi sistem distribusi makanan.
Program MBG sendiri menjadi salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar. Namun dalam pelaksanaannya, program ini masih menuai sorotan publik akibat sejumlah persoalan teknis di lapangan.
BEM KM IPB dalam pernyataannya meminta Badan Gizi Nasional melakukan evaluasi besar-besaran sebelum memperluas implementasi program ke berbagai daerah dan institusi pendidikan. Mereka menilai model pelaksanaan yang seragam belum tentu sesuai dengan kondisi setiap wilayah.
Meski demikian, keterlibatan perguruan tinggi dinilai dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dalam memperkuat pengawasan serta perbaikan kualitas program ke depan, selama tetap menjaga independensi dan fungsi utama institusi pendidikan.
Perdebatan mengenai pelibatan kampus dalam program MBG pun kini menjadi perhatian publik, terutama terkait keseimbangan antara dukungan terhadap program sosial pemerintah dan menjaga marwah institusi pendidikan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....