Koperasi Merah Putih di Buleleng Hadapi Kendala Permodalan dan Kesiapan SDM
- 01 Mei 2026 23:23 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Koperasi Merah Putih
- Buleleng
- Hadapi Kendala Permodalan
- Permodalan dan Kesiapan SDM
RRI.CO.ID, Singaraja – Di balik potensi yang diharapkan, pelaksanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Buleleng masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait permodalan dan kesiapan pengelolaan. bahwa sebagian koperasi belum dapat berjalan optimal meski telah terbentuk.
Kepala Bidang Koperasi, Luh Putu Meli Wahyuni, mengakui bahwa sebagian besar KDKMP saat ini masih berada pada tahap awal pengembangan.
“Memang belum terlihat perbedaan signifikan karena sebagian masih fokus pada pembentukan kelembagaan dan penyusunan rencana kerja,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa saat ini sebagian koperasi masih mengandalkan modal internal seperti simpanan pokok dan wajib anggota, sehingga ruang gerak usaha masih terbatas.
Selain permodalan, tantangan lain yang dihadapi adalah keterbatasan lahan untuk pembangunan gerai fisik serta perbedaan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola koperasi.
“Keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kemampuan pengurus. Ini menjadi perhatian karena tidak semua memiliki pengalaman mengelola usaha,” katanya.
Sementara itu, masyarakat masih mempertanyakan keberlanjutan program tersebut. bahwa mereka menyoroti kemungkinan program hanya berjalan di tahap awal tanpa implementasi nyata di lapangan.
Menanggapi hal ini, Meli menyebutkan bahwa upaya peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan pendampingan akan dilakukan sebagai langkah perbaikan.
Di sisi lain, mekanisme akses permodalan melalui sistem digital juga mulai diperkenalkan untuk membantu koperasi mengajukan pembiayaan secara lebih terstruktur.
Meski demikian, efektivitas program Koperasi Merah Putih masih akan sangat ditentukan oleh kesiapan internal koperasi serta dukungan nyata di tingkat lapangan dalam beberapa tahun ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....