SMA Negeri 1 Singaraja Dukung Program Makan Bergizi Gratis

  • 15 Mar 2026 13:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah mulai dirasakan manfaatnya oleh siswa di SMA Negeri 1 Singaraja. Sejak diterapkan pada 8 Desember 2025, program tersebut dinilai berjalan cukup lancar dan memberikan dampak positif bagi kesehatan serta konsentrasi belajar siswa.

Wakil Kepala Humas SMA Negeri 1 Singaraja, Ni Putu Rahayu, mengatakan selama kurang lebih tiga setengah bulan pelaksanaan, sekolah terus berupaya memastikan distribusi makanan kepada siswa berjalan dengan baik.

Menurutnya, pada tahap awal pelaksanaan memang sempat terjadi beberapa kendala, terutama terkait keterlambatan distribusi makanan. Namun, melalui komunikasi intensif dengan pihak penyedia layanan, kendala tersebut dapat segera diatasi.

“Secara umum program ini sudah berjalan dengan lancar. Di awal memang sempat ada keterlambatan distribusi, tetapi sekarang sudah lebih tertata berkat komunikasi yang baik dengan pihak penyedia,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya dimaknai sebagai pemberian makanan kepada siswa, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan generasi muda.

Pihak sekolah pun menerapkan sistem distribusi yang melibatkan siswa melalui jadwal piket kelas. Setiap hari, empat siswa dari tiap kelas bertugas mengambil makanan di gedung serbaguna sekolah sebelum dibagikan kepada teman-temannya saat jam istirahat.

Selain memastikan makanan sampai kepada seluruh siswa, mekanisme tersebut juga dinilai mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kebersamaan, dan sikap saling melayani.

“Anak-anak tidak hanya makan bersama, tetapi juga belajar berbagi dan bekerja sama. Ini menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah,” ujarnya.

Untuk memastikan program berjalan optimal, sekolah juga membentuk tim khusus yang terdiri dari enam pegawai yang bertugas menerima dan mengecek jumlah makanan sebelum didistribusikan kepada siswa.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap siswa mendapatkan jatah makanan sesuai jumlah dan kebutuhan, termasuk bagi siswa yang memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu.

“Di awal program kami juga mendata alergi siswa melalui formulir, sehingga makanan yang diberikan bisa disesuaikan dengan kondisi mereka,” katanya.

Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah agar seluruh siswa memperoleh manfaat yang sama dalam pemenuhan gizi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....