Buleleng Perluas Cek Kesehatan Gratis hingga Desa

  • 20 Feb 2026 20:29 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga ke desa-desa pada 2026. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat capaian target partisipasi masyarakat sebesar 46 persen hingga akhir tahun.

Program yang sebelumnya dilaksanakan di puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu kini diperkuat dengan pola jemput bola. Tenaga kesehatan turun langsung ke desa agar layanan lebih mudah diakses masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng dr. Sucipto mengatakan program yang telah berjalan dua bulan menunjukkan progres positif. Namun, percepatan tetap diperlukan agar target yang ditetapkan dapat tercapai. “Di tahun ini kita ditargetkan 46 persen. Karena itu kita lakukan gebyar-gebyar di desa agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan,” ujarnya saat ditemui, Jumat 20 Februari 2026.

Pemeriksaan kesehatan gratis diberikan untuk seluruh kelompok usia, mulai balita hingga lanjut usia. Layanan mencakup deteksi dini hipertensi, risiko stroke, gangguan mobilitas, penurunan kebugaran pada lansia, serta skrining penyakit bawaan seperti gangguan tiroid pada anak.

Dinas Kesehatan juga melibatkan tokoh masyarakat dan aparat desa untuk mendukung pelaksanaan program. Sosialisasi dilakukan agar warga memeriksakan kesehatan secara rutin dan tidak menunggu sakit.

Menurut dr. Sucipto, deteksi dini berperan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Angka harapan hidup di Kabupaten Buleleng periode 2020–2025 tercatat berada pada kisaran 75,06 tahun. “Semakin awal kita tahu kondisi kesehatan masyarakat, semakin baik penanganannya. Harapannya tentu umur harapan hidup bisa meningkat,” pungkasnya. Program ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kesadaran kesehatan warga.

Rekomendasi Berita