Alur Program MBG dari Dapur ke Meja Siswa
- 18 Feb 2026 18:19 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG menjadi salah satu upaya pemerintah pada masa kepemimpinan Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. Program ini tidak hanya menyiapkan makanan, tetapi juga memastikan standar gizi, kebersihan, hingga distribusi dan pengawasan berjalan ketat.
Kepala Bidang MBG Yayasan Widya Dharma Bali, Luh Sri Apriani menjelaskan pemilihan menu dilakukan bersama ahli gizi dan mengacu pada gizi seimbang serta angka kecukupan gizi sesuai usia penerima. “Dalam pemilihan menu itu kita melibatkan ahli gizi. Isi piring sudah lengkap, ada protein hewani, nabati, karbohidrat, dan mineral sesuai kebutuhan usia anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, standar kebersihan dapur MBG dijalankan sesuai SOP dan wajib memiliki sertifikat laik higiene sanitasi dari dinas kesehatan. “Sebelum operasional, dapur harus dinyatakan layak, sehat, dan higienis. Relawan juga dicek kesehatannya di laboratorium untuk mencegah risiko penularan penyakit,” katanya.
Saat ini satu SPPG melayani sekitar 3.000 porsi per hari untuk 11 satuan pendidikan mulai dari TK hingga SMA/SMK, termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui kerja sama dengan Posyandu. Distribusi dilakukan Senin hingga Jumat, sementara jatah Sabtu diberikan dalam bentuk paket kering. “Menu dasarnya sama, yang membedakan hanya takaran dan tingkat bumbu, misalnya untuk anak TK tidak dibuat pedas,” ucap Luh Sri Apriani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....