Fenomena dan Asal Usul Sejarah Mudik

  • 25 Mar 2026 08:03 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Hari Raya Idul Fitri selalu identik dengan fenomena pulang ke kampung halaman atau mudik. Stasiun, terminal dan bandara penuh manusia, jalanan dipadati kendaraan.

Bagi kebanyakan orang, mudik merupakan perjalanan yang sangat penting dan penuh emosional. Setelah sekian lama berjuang hidup di perantauan, mudik menjadi momen pengikat silaturahmi dan kembali pulang ke halaman asal.

Dikutip dari FMIPA UNESA, secara bahasa kata “mudik” diyakini berasal dari bahasa Jawa yaitu “mulih dilik” yang artinya “pulang sebentar”. Sedangkan dalam konteks masyarakat urban, mudik dimaknai sebagai perjalanan kembali dari kota (hilir) ke kampong halaman (udik).

Sebelum ada istilah mudik, tradisi pulang ke kampung halaman sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Kebutuhan tenaga kerja di pusat pemerintahan dan perkebunan pada masa kolonial menyebabkan adanya perpindahan penduduk dari desa ke kota.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1970-1980an terdapat pembangunan industri yang sangat pesat menyebabkan arus urbanisasi yang besar. Oleh karena itu, mudik saat libur lebaran Idul Fitri sangatlah massif dan terus berkembang setiap tahunnya.

Mudik merupakan momen yang sangat spesial, ketika idul fitri kita bermaaf-maafan dan saling menyambung silaturahmi. Menjadi simbol kerinduan, perhatian dan ikatan emosional yang sangat dalam.

Diam-diam anak mendoakan agar orang tua sehat dan cepat bertemu kembali, orang tua mendoakan anak agar sehat dan sukses di perantauan. Mudik yang juga berkolerasi dengan idul fitri menjadi momentum tepat untuk “kembali ke fitrah”. (RRI/Dini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....