ASDP Siapkan Buffer Zone Mudik di Gilimanuk

  • 20 Feb 2026 14:02 WIB
  •  Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Arus penyeberangan di Selat Bali masih terpantau relatif normal. Namun demikian, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Jembrana mulai mematangkan persiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengoptimalkan Parkir Kargo Gilimanuk sebagai zona penyangga (buffer zone) untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju pelabuhan. Perbaikan landasan parkir yang sebelumnya rusak dan bergelombang mulai dikerjakan bertahap . Titik-titik berlubang ditimbun menggunakan material tanah dan pasir agar permukaannya lebih rata dan siap difungsikan sebagai kantong parkir sementara sebelum kendaraan masuk ke area pelabuhan.

Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah Kamis, 19 Februari 2026 mengatakan percepatan persiapan dilakukan karena periode mudik tahun ini berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan kesiapan ekstra agar tidak terjadi kepadatan yang sulit dikendalikan.
“Selain pembenahan di dalam pelabuhan, kami juga memperkuat koordinasi dengan Dinas Perhubungan Jembrana terkait pembagian tugas pengelolaan Parkir Kargo sebagai pusat buffer zone,” ujarnya.
Menurut Didi, ASDP juga bertanggung jawab menyiapkan penerangan sementara di kawasan parkir kargo. Penambahan lampu dilakukan guna menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik, terutama pada malam hari.


Sementara itu, perbaikan fisik landasan parkir menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Penataan Permukiman dan Perhubungan Jembrana. Kepala Bidang Perhubungan, I Gusti Putu Widana mengatakan proses pengerjaan di lapangan terus berjalan. Penanganan difokuskan pada penimbunan kubangan serta perataan permukaan area parkir. Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung di dalam kawasan parkir kargo juga dibenahi untuk menunjang kebutuhan pemudik.
“Diharapkan sebelum puncak arus mudik, seluruh sarana di buffer zone sudah dapat difungsikan secara maksimal,” katanya.
Langkah antisipatif tersebut diharapkan mampu mengurai potensi kepadatan di jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk, sehingga layanan penyeberangan tetap berjalan lancar meski volume kendaraan meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....