Tim PKM-PM Undiksha Hadirkan "Bunda Bahagia" untuk Menurunkan Kecemasan Prenatal
- 25 Agt 2026 14:00 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Kehamilan merupakan fase penting dalam kehidupan seorang perempuan yang tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga perubahan psikologis. Berbagai kekhawatiran mengenai kondisi janin, proses persalinan, hingga kesiapan menjadi seorang ibu dapat memicu munculnya kecemasan prenatal apabila tidak dikelola dengan baik.
Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) berhasil memperoleh pendanaan PKM Tahun 2026 melalui sebuah inovasi pendampingan kesehatan mental bagi ibu hamil berbasis Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) berbantuan musik rindik Bali yang dilaksanakan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Panji Anom. Program inovatif ini diketuai oleh I Nyoman Sabar Utama, bersama anggota Ni Putu Diah Chandani, I Gede Arya Krisnanda Sutasoma, I Putu Sukanada, dan Ni Putu Gita Cahyani, serta didampingi oleh Dr. Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pendamping.

Program yang diberi nama Bunda Bahagia ini hadir sebagai bentuk inovasi pengabdian masyarakat yang bertujuan membantu ibu hamil mengelola kecemasan prenatal melalui pendekatan Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR). Pendekatan tersebut dipilih karena mampu melatih individu untuk lebih sadar terhadap pikiran, emosi, dan sensasi tubuh sehingga dapat merespons tekanan selama masa kehamilan secara lebih adaptif dan penuh kesadaran.
Dalam penerapannya, pendekatan Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) dipadukan dengan musik rindik Bali sebagai media relaksasi berbasis kearifan lokal. Alunan musik rindik yang lembut dimanfaatkan untuk membantu peserta menciptakan suasana yang lebih tenang selama latihan mindfulness sehingga proses mengenali diri, menerima emosi, dan mengurangi kecemasan dapat berlangsung secara optimal.
Perpaduan metode ilmiah dengan budaya lokal ini menjadi nilai tambah Program Bunda Bahagia, sekaligus menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat diintegrasikan dalam inovasi pelayanan kesehatan mental masyarakat. Pelaksanaan Program Bunda Bahagia berlangsung selama empat bulan yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi.
Implementasi program dikemas dalam lima tahapan intervensi, yaitu Menyadari Diri, Menyapa Tubuh dengan Kasih, Melapangkan Hati, Menerima Rasa untuk Menenangkan Pikiran, dan Menggapai Ibu Bahagia. Seluruh tahapan diawali dengan sosialisasi dan pengukuran awal tingkat kecemasan, kemudian dilanjutkan dengan berbagai latihan mindfulness, seperti mindful breathing, body scan meditation, mindful movement, mindful walking, sitting meditation, dan self-compassion yang dipandu menggunakan musik rindik Bali.
Melalui Program Bunda Bahagia, tim berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu alternatif pendampingan kesehatan mental bagi ibu hamil di tingkat pelayanan kesehatan primer. Program ini diharapkan tidak hanya mampu membantu menurunkan kecemasan prenatal, tetapi juga menjadi model intervensi berbasis Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) yang memadukan pendekatan ilmiah dengan kearifan lokal Bali sehingga dapat direplikasi di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan maupun komunitas masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....