Tyto Alba Sebagai Rice Farming Risk Mitigation
- 30 Jul 2026 12:20 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Universitas Udayana melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan burung hantu (Tyto alba) sebagai predator alami untuk mengendalikan hama tikus di pertanian.
- Program ini didukung pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam skema Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2026.
- Kegiatan bertujuan mengurangi ketergantungan penggunaan rodentisida kimia dan menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
RRI.CO.ID, Singaraja – Universitas Udayana kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam skema Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Rice Farming Risk Mitigation: Pemanfaatan Predator Nokturnal Tyto alba sebagai Solusi Ramah Lingkungan Menanggulangi Hama Tikus", yang diselenggarakan di Balai Subak Kelompok Tani "Merta Sari", Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan anggota Kelompok Tani "Merta Sari" dalam menerapkan pengendalian hama tikus yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan burung hantu (Tyto alba) sebagai predator alami. Program ini merupakan salah satu upaya mendukung pertanian yang lebih efisien sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan rodentisida kimia yang berpotensi mencemari lingkungan.

Acara dibuka secara resmi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan dari Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Ir. I Dewa Putu Oka Suardi, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani "Merta Sari", I Gede Suka Arsana, yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Beliau menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan Universitas Udayana dan berharap teknologi pengendalian hayati yang diperkenalkan dapat menjadi solusi terhadap permasalahan serangan hama tikus yang selama ini menyebabkan kerugian pada usahatani padi. Kegiatan turut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, di antaranya Kelian Adat Banjar Pondok Mekar, Kelian Dinas Banjar Pondok Mekar, Ketua beserta seluruh anggota Kelompok Tani "Merta Sari", serta para narasumber dan tim pengabdian Universitas Udayana.

Memasuki sesi utama, peserta memperoleh materi sekaligus praktik mengenai Pelatihan Peningkatan Efisiensi ALSINTAN Pascapanen dalam Usaha Padi Sawah yang disampaikan oleh Pande Putu Widya Paramarta, S.P. Materi ini membahas optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan efisiensi proses pascapanen, mengurangi kehilangan hasil panen, serta meningkatkan produktivitas usaha tani. Pada sesi berikutnya, Pande Made Ari Ananta Paramarta, S.P., M.Agb. menyampaikan materi dan praktik mengenai Pemanfaatan Tyto alba untuk Menanggulangi Serangan Hama Tikus pada Usahatani Padi Sawah. Dalam pemaparannya dijelaskan mengenai peran ekologis Tyto alba sebagai predator alami tikus, teknik pemasangan rumah burung hantu (owl nest box), strategi konservasi habitat, hingga manfaat penerapan pengendalian hayati dalam mendukung sistem pertanian yang berkelanjutan. Kedua sesi materi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan dan diskusi berkembang mengenai teknik budidaya, pengelolaan populasi Tyto alba, serta implementasinya di lahan sawah yang dikelola oleh Kelompok Tani "Merta Sari". Antusiasme tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran petani terhadap pentingnya pendekatan pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, pada kegiatan ini juga dilakukan serah terima bantuan beberapa peralatan penunjang agar adanya keberlanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu rumah burung hantu sebanyak 1 unit, sepasang burung hantu (Tyto alba), dan 3 power trasher (perontok lengkap dengan mesinnya) yang langsung diberikan dan diterima oleh Kelompok Tani "Merta Sari". Melalui kegiatan ini, Universitas Udayana berharap para petani mampu mengimplementasikan teknologi dan pengetahuan yang telah diperoleh sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi risiko gagal panen akibat serangan hama tikus, serta mewujudkan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan. Program ini juga menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan nasional melalui inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan teknologi tepat guna yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....