Ketiadaan Kapal Pelni Berdampak pada Harga Telur di Serui Capai Rp90 Ribu per Rak
- 30 Sep 2026 05:57 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Ketiadaan kapal Pelni yang melayani wilayah Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, berdampak pada ketersediaan dan harga sejumlah kebutuhan pokok, salah satunya telur ayam.
Harga telur ayam di pasar Aroro Iroro, Serui, kini mencapai Rp90 ribu per rak, sementara harga eceran mencapai sekitar Rp3 ribu per butir.
Salah satu pedagang di Pasar Aroro Iroro Serui, Febri, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan telur ke wilayah Serui akibat tidak adanya kapal Pelni yang beroperasi.
“Tidak adanya kapal Pelni sangat berdampak terhadap ketersediaan sembako, terutama telur ayam yang saat ini mulai sulit ditemukan di pasar,” ujar Febri, Selasa 29 September 2026.
Menurut Febri, telur yang saat ini dijualnya didatangkan langsung dari Jayapura. Ia mengaku sebagai pedagang tangan kedua yang mendapatkan pasokan telur tersebut untuk kemudian dijual kembali kepada masyarakat.
Febri menjelaskan, kelangkaan telur ayam di pasar telah berlangsung sekitar satu hingga dua minggu. Stok telur yang sebelumnya didatangkan dari Surabaya dan Makassar kini telah habis, sehingga pedagang harus mencari pasokan dari Jayapura.
“Stok yang sebelumnya dari Surabaya dan Makassar sudah habis. Sekarang kami mengambil telur dari Jayapura untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Akibat terbatasnya pasokan tersebut, harga telur ayam di Pasar Aroro Iroro Serui mengalami kenaikan. Saat ini, harga telur mencapai sekitar Rp90 ribu per rak, atau sekitar Rp3 ribu per butir.
Pedagang berharap pasokan kebutuhan pokok, khususnya telur ayam, dapat kembali normal sehingga harga di tingkat pasar dapat lebih terjangkau oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....