Program GENTING Dorong Peningkatan Berat Badan Anak Umani

  • 22 Sep 2026 08:38 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Kepala Puskesmas Reradumpi, Dominggus Numberi, menyampaikan adanya peningkatan berat badan pada dua anak yang menjadi sasaran program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Kampung Umani, Distrik Nusawani, Kabupaten Kepulauan Yapen. Hal tersebut disampaikan saat penyaluran bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) oleh RRI Serui di Kampung Umani, Senin, 21 September 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Stasiun LPP RRI Serui Narmo S.E., Kepala Kampung Umani Penehas F. Warisal, Kepala Puskesmas Reradumpi, Dominggus Numberi, serta kader kesehatan. Penyaluran bantuan menjadi bagian dari dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi dua anak yang menjadi sasaran program GENTING.

Dominggus mengatakan, berdasarkan hasil penimbangan, anak pertama yang sebelumnya memiliki berat badan 8 kilogram pada Agustus kini meningkat menjadi 9 kilogram. Sementara anak kedua yang sebelumnya memiliki berat badan 12 kilogram mengalami peningkatan menjadi 13 kilogram.

“Saya sangat bersyukur, dari bulan lalu kita serahkan dengan hasilnya, berat badan dibandingkan dengan hari ini sudah naik. Yang pertama dari 8 kilogram menjadi 9 kilogram, sedangkan yang satu lagi dari 12 kilogram naik menjadi 13 kilogram,” ujar Dominggus.

Menurutnya, peningkatan berat badan tersebut menjadi perkembangan positif setelah anak-anak mendapatkan dukungan pemenuhan makanan tambahan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan RRI Serui yang turut memberikan perhatian terhadap pemenuhan gizi anak.

“Saya bersyukur kepada pemerintah, terutama pemerintah daerah yang memperhatikan kami dari kesehatan untuk membantu memberikan PMT terhadap bayi-bayi kita yang kurang gizi. Saya juga sangat berterima kasih kepada RRI yang bisa hadir langsung memberikan bantuan PMT kepada sasaran kita,” katanya.

Dominggus menjelaskan, Puskesmas Reradumpi melakukan pemantauan berat dan tinggi badan anak setiap bulan melalui petugas maupun kader kesehatan di kampung. Hasil penimbangan dilaporkan kepada puskesmas, sementara anak yang menunjukkan masalah pertumbuhan akan mendapat pemantauan dan tindak lanjut dari tenaga kesehatan.

“Pemantauan terkait berat badan dan tinggi badan tetap kita monitoring tiap bulan. Puskesmas tetap berkunjung ke kampung, bukan hanya di Umani, tetapi di semua kampung yang ada untuk melihat apakah ada lagi sasaran yang bisa kita laporkan ke kabupaten,” jelasnya.

Selain pemantauan pertumbuhan, petugas kesehatan juga memberikan penyuluhan mengenai pemberian makanan dan pemenuhan gizi anak. Dominggus mengatakan keterbatasan transportasi laut masih menjadi salah satu tantangan dalam menjangkau kampung-kampung wilayah pelayanan, sehingga puskesmas masih mengandalkan transportasi yang dipinjam atau disewa dari masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....