Kabut Asap Ancam Kesehatan Siswa, SMPN Anotaurei Tunggu Arahan

  • 17 Sep 2026 15:31 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - SMP Negeri Anotaurei hingga Kamis, 17 September 2026, masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen lebih dari sepekan terakhir. Aktivitas pembelajaran maupun kegiatan sekolah lainnya tetap berjalan karena hingga saat ini belum ada instruksi resmi untuk meliburkan siswa atau menerapkan pembelajaran dari rumah.

Plh. Kepala SMP Negeri Anotaurei, Isak Raweyai, mengatakan pihak sekolah masih menunggu arahan dari Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Daerah terkait langkah yang harus dilakukan untuk melindungi siswa dari paparan kabut asap. Menurutnya, sejauh ini belum ada informasi mengenai kebijakan belajar dari rumah maupun penghentian sementara kegiatan pembelajaran di sekolah.

Isak menyebut, kondisi kabut asap yang semakin tebal mulai menjadi perhatian pihak sekolah karena dinilai dapat mengganggu kesehatan siswa maupun tenaga pendidik. Pembahasan mengenai langkah penanganan telah dilakukan bersama para guru, namun keputusan lebih lanjut masih menunggu koordinasi dengan pihak terkait.

Ia mengatakan, salah satu langkah sementara yang dapat dilakukan sekolah adalah mengarahkan siswa untuk tetap berada di dalam ruang kelas selama kegiatan berlangsung. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko paparan langsung kabut asap terhadap siswa selama berada di lingkungan sekolah.

Selain itu, pihak sekolah juga mempertimbangkan penggunaan masker sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan siswa. Namun, penerapan langkah tersebut masih akan disesuaikan dengan arahan dan kebijakan dari Dinas Pendidikan serta Pemerintah Daerah.

Isak mengungkapkan, kondisi kabut asap juga mulai dirasakan oleh para guru yang berada di lingkungan sekolah. Beberapa guru mengeluhkan mata yang mulai terasa perih serta gangguan pada pernapasan akibat kondisi udara yang dipenuhi kabut asap.

Hingga saat ini, SMP Negeri Anotaurei juga belum menyampaikan surat resmi kepada Dinas Pendidikan terkait kondisi tersebut karena pembahasan internal mengenai penanganan kabut asap baru dilakukan. Pihak sekolah masih berkoordinasi dengan kepala sekolah yang sedang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis di luar Serui untuk menentukan langkah yang dinilai tepat bagi siswa.

Isak berharap Pemerintah Daerah maupun Dinas Pendidikan dapat segera mengeluarkan imbauan resmi sebagai dasar bagi sekolah dalam mengambil langkah perlindungan terhadap siswa. Meski masih menunggu instruksi, pihak sekolah memastikan akan tetap melakukan upaya yang diperlukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa selama kondisi kabut asap berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....