Disnaker Papua Gelar Pelatihan Wirausaha bagi OAP di Yapen

  • 15 Sep 2026 15:16 WIB
  •  Serui

RRI CO.ID.Serui - Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, UMKM dan Transmigrasi Provinsi Papua menggelar pelatihan pemberdayaan Orang Asli Papua melalui kegiatan Kewirausahaan di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, UMKM dan Transmigrasi Provinsi Papua menggelar pelatihan pemberdayaan Orang Asli Papua di Yapen(Foto: Rri/Agus)

Kegiatan yang dilaksanakan Selasa, 16 September 2026 tersebut merupakan program pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus atau Otsus Tahun Anggaran 2026.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, UMKM dan Transmigrasi Provinsi Papua, Fransiska Helma Rerey, S.pd., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menyasar kelompok masyarakat, khususnya kelompok nelayan, dengan fokus pada pengolahan dan pengasapan ikan.

Menurutnya, pemilihan Kabupaten Kepulauan Yapen sebagai lokasi kegiatan disesuaikan dengan karakteristik wilayah kepulauan yang sebagian masyarakatnya menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat menjadi stimulus bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara mandiri, meningkatkan ekonomi keluarga, sekaligus membuka peluang kerja di lingkungan sekitar.

Fransiska menjelaskan, pemerintah tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga bantuan peralatan sederhana yang dapat langsung digunakan masyarakat untuk memulai usaha. Peralatan tersebut antara lain kompor dan tungku pengasapan yang dapat dioperasikan sesuai kemampuan kelompok penerima.

Selain keterampilan pengolahan ikan, peserta juga akan diberikan pemahaman mengenai pemasaran, perencanaan serta manajemen usaha. Hal ini dinilai penting agar usaha yang dibangun tidak hanya bertahan sebagai usaha kecil, tetapi dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Fransiska juga mendorong adanya kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, terutama dalam menyediakan akses pemasaran serta penampungan hasil produksi ikan masyarakat.

Ia menilai, ketersediaan pasar menjadi salah satu faktor penting agar hasil pengolahan ikan yang diproduksi kelompok nelayan dapat terserap dan memberikan keuntungan bagi masyarakat.

Fransiska menambahkan, program tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan Dana Otsus untuk pemberdayaan Orang Asli Papua. Masyarakat diharapkan tidak hanya menunggu bantuan pemerintah, tetapi mampu memanfaatkan stimulus yang diberikan untuk membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....