KM Ciremai Docking, Pelni Siapkan KM Dobonsolo Layani Rute Serui
- 10 Sep 2026 15:34 WIB
- Serui
RRI.CO.ID,Serui - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Serui memastikan pelayanan angkutan laut penumpang di Perairan Serui tetap berjalan di tengah pergantian armada.
KM Ciremai untuk sementara menjalani docking tahunan, sementara KM Dorolonda mendapat penugasan lain, sehingga Pelni menyiapkan KM Dobonsolo sebagai kapal pengganti untuk melayani rute Serui.
Kepala Cabang PT Pelni (Persero) Serui, Whendy Richard Imkotta, mengatakan KM Ciremai diperkirakan kembali melayani rute tersebut pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026 setelah menyelesaikan proses docking.
Sementara KM Dorolonda, kata Whendy, selain mendapat penugasan untuk membantu pelayanan di wilayah timur, juga harus mendukung pelayanan di Pelabuhan Batam, wilayah barat Indonesia.
Sebagai pengganti sementara, Pelni menyiapkan KM Dobonsolo yang akan melayani perjalanan dengan rute Manokwari, Biak, Serui hingga Jayapura.
“Untuk sementara seharusnya ada dua kapal, Ciremai dan Dorolonda. Namun Ciremai karena jadwal tahunan harus docking, sehingga belum masuk. Direncanakan kembali melayani pada pertengahan atau akhir Oktober,” ujar Whendy.
Ia menjelaskan, KM Dobonsolo direncanakan melakukan dua kali perjalanan. Setelah kembali dari Jayapura, pergantian kapal kembali akan dilakukan pada akhir bulan sesuai kebutuhan operasional Pelni.
Di sisi lain, Whendy juga menjelaskan pelayanan kapal perintis Sabuk Nusantara di wilayah Serui. Pada tender tahun 2026, Pelni mendapatkan penugasan untuk mengoperasikan lima kapal Sabuk Nusantara yang memiliki homebase di Jayapura dan Biak.
Untuk wilayah Jayapura, terdapat tiga kapal, yakni KM Sabuk Nusantara 81, KM Sabuk Nusantara 58 dan KM Sabuk Nusantara 100. Dua kapal lainnya berbasis di Biak. Kapal-kapal tersebut merupakan kapal pemerintah yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dan pengoperasiannya diberikan melalui mekanisme tender.
Whendy mengatakan Serui hingga kini belum menjadi homebase kapal perintis karena keterbatasan fasilitas pendukung, khususnya transportasi apabila kapal mengalami kerusakan atau membutuhkan pengiriman suku cadang maupun kru.
“Kalau kapal mengalami kerusakan atau membutuhkan bantuan, harus ada transportasi yang bisa mengangkut sparepart atau kru. Sementara bandara kita masih kecil, sehingga Serui belum bisa menjadi homebase,” jelasnya.
Selain lima kapal Pelni Cabang Serui juga mengageni KM Sabuk Nusantara 29 dan KM Sabuk Nusantara 94 yang merupakan kapal milik swasta. Menurut Whendy, kedua kapal tersebut diageni Pelni karena terdapat kelengkapan persyaratan yang belum terpenuhi sehingga Pelni ditunjuk sebagai agen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....