Petani Budidaya Ikan Nila Gift dan Ikan Mas Harapkan Perhatian Dinas Terkait

  • 28 Agt 2026 07:22 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui — Petani budidaya ikan air tawar di Kampung Ketuapi, Distrik Anotaurei, Kabupaten Kepulauan Yapen, mengharapkan perhatian dan dukungan dari dinas terkait untuk mengembangkan kembali usaha budidaya ikan nila gift dan ikan mas.

Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Budidaya Ikan Air Tawar, Yehuda Wayangkau, mengatakan saat ini kelompoknya memiliki delapan kolam ikan di Kampung Ketuapi. Kelompok yang diberi nama Tindafai tersebut beranggotakan 10 orang.

Yehuda menjelaskan, usaha budidaya ikan air tawar di lokasi tersebut telah dilakukan sejak sekitar tahun 1992/1993. Sementara kelompok Tindafai secara resmi dibentuk pada tahun 2012. Pada tahun yang sama, dirinya juga pernah mengikuti pelatihan budidaya ikan air tawar di Tulungagung.

“Jenis ikan yang kami budidayakan adalah ikan nila gift dan ikan mas. Usaha ini sudah lama kami jalankan dan pernah memberikan manfaat bagi ekonomi masyarakat, terutama anggota kelompok,” ujar Yehuda Wayangkau.

Menurutnya, produksi ikan sempat meningkat pada tahun 2023 hingga 2024. Saat itu, konsumen bahkan datang langsung ke lokasi atau meminta ikan untuk diantar. Dalam sekali penjualan, permintaan dapat mencapai sekitar 25 kilogram, bahkan pernah mencapai 60 kilogram.

Ikan hasil budidaya tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp75 ribu per kilogram, termasuk kepada pelanggan warung makan.

Namun, Yehuda mengakui usaha budidaya ikan mulai mengalami penurunan sejak tahun 2025. Kondisi tersebut membuat produksi ikan saat ini tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk sementara memang masih ada ikan di kolam, tetapi jumlahnya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Mulai tahun 2025 usaha ikan ini mengalami penurunan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kelompok Tindafai memiliki beberapa bentuk kolam, mulai dari kolam alami hingga kolam yang menggunakan waring. Para anggota kelompok juga membudidayakan jenis ikan yang sama, yakni nila gift dan ikan mas.

Salah satu kendala utama yang dihadapi petani saat ini adalah ketersediaan dan biaya pakan ikan. Karena itu, Yehuda berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat kembali memberikan perhatian dan bantuan kepada kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Kepulauan Yapen.

“Kami berharap ada perhatian dari dinas terkait, khususnya untuk kelompok budidaya ikan di Kabupaten Kepulauan Yapen. Kendala kami salah satunya adalah pakan, karena pakan merupakan kebutuhan pokok dalam usaha budidaya ikan,” ungkapnya.

Yehuda menyebutkan, kelompoknya pernah menerima bantuan pada tahun 2022 dan 2023. Bantuan tersebut, khususnya berupa pakan, sangat membantu meningkatkan pertumbuhan ikan dan mendukung keberlangsungan usaha budidaya.

Ia berharap dukungan serupa dapat kembali diberikan sehingga usaha budidaya ikan air tawar dapat berkembang, meningkatkan produksi, serta kembali membantu perekonomian masyarakat dan anggota kelompok di Kampung Ketuapi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....