Bupati Yapen Lepas Mahasiswa KKN Apresiasi Program Kerja
- 27 Agt 2026 07:59 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui — Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, SE., M.Si., melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (Uncen) yang telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat selama kurang lebih satu bulan di sejumlah distrik di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Pelepasan mahasiswa KKN berlangsung di Pelabuhan Serui, Rabu 26 Agusus 2026, ditandai dengan penyerahan plakat dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen kepada Wakil Rektor I Universitas Cenderawasih. Sebaliknya, Wakil Rektor I juga menyerahkan plakat kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen sebagai bentuk apresiasi dan kerja sama selama pelaksanaan KKN.

Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy mengatakan, Pemerintah Daerah menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa KKN beserta dosen pendamping yang telah berkontribusi melalui program pengabdian masyarakat sejak 21 Juli hingga 26 Agustus 2026.
“Pelaksanaan KKN ini sangat membantu pemerintah daerah dan masyarakat melalui berbagai program kerja, baik fisik maupun nonfisik,” ujar Benyamin Arisoy.
Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan yang dilakukan mahasiswa di tengah masyarakat antara lain pemasangan tugu batas wilayah, papan nama jalan lingkungan RT/RW, kegiatan peduli lingkungan, penguatan kegiatan sosial serta pelayanan di bidang kesehatan.
Menurutnya, kontribusi mahasiswa KKN menjadi bukti kepedulian generasi muda terhadap pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Bupati juga berpesan agar seluruh mahasiswa terus menjaga nama baik almamater dan daerah selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
“Saya berharap karya pengabdian bagi bangsa dan negara ini dapat membawa nama baik almamater maupun mahasiswa KKN di mata masyarakat. Saya juga berpesan agar hasil kerja yang telah dilakukan dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh masing-masing wilayah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Cenderawasih, Dirk Runtuboy, mengatakan bahwa pelepasan mahasiswa KKN bukan sekadar kegiatan penarikan mahasiswa dari lokasi pengabdian, tetapi menjadi momentum untuk menutup satu tahapan sekaligus membuka perjalanan baru yang lebih besar.
“Mahasiswa datang ke Kabupaten Kepulauan Yapen bukan hanya membawa buku dan teori, tetapi membawa semangat untuk belajar dari masyarakat dan bekerja bersama masyarakat,” kata Dirk Runtuboy.
Dirinya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, pemerintah distrik, kelurahan dan kampung, serta para tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama yang telah menerima mahasiswa Universitas Cenderawasih dengan tangan terbuka.
Dirk menegaskan, bagi Universitas Cenderawasih, KKN bukan sekadar kewajiban akademik yang harus diselesaikan mahasiswa, melainkan ruang pendidikan yang sesungguhnya untuk belajar memahami kehidupan masyarakat.
“Di Kabupaten Kepulauan Yapen, mahasiswa belajar bahwa membangun Papua tidak cukup hanya dengan pengetahuan, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan kerendahan hati. Tidak cukup hanya dengan program, tetapi membutuhkan kehadiran dan kerja sama,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman selama menjalankan KKN di Kepulauan Yapen tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan lokasi pengabdian. Menurutnya, Yapen diharapkan meninggalkan jejak dalam hati para mahasiswa, mulai dari keramahan masyarakat, kekayaan daerah, kehidupan kampung hingga semangat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Papua.
“Semoga pengalaman di Yapen tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan tempat ini, tetapi menjadi jejak di hati mahasiswa dan menjadi bagian dari panggilan untuk turut membangun Papua,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....