Rian Hendrik Serap Aspirasi Pengemudi Ojek dan Motoris Speadboat di Cina Tua
- 19 Agt 2026 13:10 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Anggota DPRK Kepulauan Yapen Komisi C, Rian Hendrik, turun langsung meninjau kondisi pangkalan ojek dan pangkalan spit di kawasan Cina Tua, Kabupaten Kepulauan Yapen, Rabu 19 Agustus 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi fasilitas transportasi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat yang setiap hari menggantungkan aktivitas dan penghasilan dari sektor transportasi darat maupun laut.
Dalam kunjungan itu, Rian Hendrik berdialog dengan para pengemudi ojek, motoris speedboat, serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut rute Serui-Waropen. Sejumlah persoalan disampaikan masyarakat, mulai dari kondisi tempat berteduh, tempat duduk, fasilitas pendukung, jadwal keberangkatan speadboat , hingga kebutuhan toilet bagi penumpang.
Rian Hendrik mengatakan, kunjungan lapangan menjadi bagian penting dari tugas anggota DPRK untuk memastikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui secara langsung.

“Peninjauan ini kebutulan pas waktu kosong, tujuannya untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus mendengar aspirasi masyarakat, baik dari para pengemudi ojek maupun motoris speedboat. Ada beberapa kebutuhan yang disampaikan, seperti kondisi tenda, tempat duduk dan fasilitas pendukung lainnya,” ujar Rian Hendrik.
Menurutnya, persoalan fasilitas transportasi tidak boleh hanya dilihat dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan kenyamanan dan kebutuhan masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut setiap hari. Rian Hendrik menegaskan, berbagai aspirasi yang diterimanya akan menjadi bahan untuk dibawa dan diperjuangkan melalui lembaga DPRK Kepulauan Yapen sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
“Apa yang masyarakat sampaikan hari ini akan menjadi catatan bagi kami. Aspirasi ini akan kami perjuangkan melalui DPRK, sehingga ke depan fasilitas transportasi masyarakat dapat lebih layak, aman dan memberikan kenyamanan bagi pengemudi maupun pengguna jasa,” jelasnya.

Sementara itu, Hein Raweyai, selaku motoris speedboat rute Serui- Waropen pulang-pergi (PP), menyampaikan harapannya agar jadwal keberangkatan spit rute tersebut dapat kembali seperti sebelumnya, yakni setiap Senin dan Jumat.
“Kami berharap jadwal spit Serui-Waropen bisa dikembalikan seperti tahun lalu, yaitu Senin dan Jumat. Dengan adanya jadwal yang jelas, kami bisa mendapatkan pemasukan dan aktivitas transportasi dari arah Serui menuju Waropen maupun sebaliknya dapat kembali berjalan dengan baik,” kata Hein.
Menurutnya, kepastian jadwal keberangkatan sangat penting bagi para moteres karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan pendapatan mereka. Selain itu, masyarakat yang hendak bepergian dari Serui ke Waropen maupun sebaliknya juga membutuhkan jadwal transportasi yang jelas.
Hein juga meminta adanya fasilitas toilet (WC) di sekitar pangkalan spit. Fasilitas tersebut dinilai penting mengingat penumpang terkadang harus menunggu cukup lama sebelum kapal berangkat.
“Kadang penumpang yang menunggu mau buang air, tetapi tidak ada tempat. Mereka terpaksa menumpang di rumah warga setempat. Kami berharap ada WC yang bisa disediakan di sini untuk membantu masyarakat dan penumpang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Stefanus Renol Maay, salah satu anggota ojek di pangkalan Cina Tua. Ia mengatakan kondisi pangkalan ojek saat ini sudah cukup memprihatinkan dan membutuhkan perhatian pemerintah.
Menurut Stefanus, pangkalan tersebut menjadi tempat para pengemudi menunggu penumpang sekaligus beristirahat, sehingga kondisi fasilitas yang layak sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas mereka. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap perbaikan pangkalan, termasuk tempat berteduh, tempat duduk dan fasilitas pendukung lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Rian Hendrik menyampaikan bahwa keberadaan pangkalan transportasi yang layak merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Ia berharap aspirasi yang disampaikan para pengemudi dan pengguna jasa dapat ditindaklanjuti secara bertahap melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Kita ingin fasilitas transportasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Para pengemudi mencari nafkah di sini, masyarakat juga menggunakan jasa mereka. Karena itu, fasilitas yang layak dan nyaman harus menjadi perhatian bersama,” pungkas Rian Hendrik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....