El Niño Kuat, Prakirawan BMKG Hafidz Jelaskan Mengapa Yapen Masih Diguyur Hujan

  • 19 Agt 2026 07:37 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Prakirawan BMKG Hafidz Alamsyah Putra menjelaskan hujan masih terjadi di Kabupaten Kepulauan Yapen meski El Niño berada pada kondisi kuat. Menurutnya, kondisi atmosfer di sekitar Papua dan Pasifik Barat serta topografi Yapen ikut mendukung terbentuknya awan hujan.

Hafidz mengatakan El Niño merupakan fenomena global sehingga pengaruhnya tidak sama di setiap wilayah. Kondisi geografis Yapen yang memiliki wilayah pegunungan juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pembentukan hujan.

“El Niño merupakan fenomena global, bukan fenomena lokal, jadi dampaknya tidak sama persis di setiap daerah, terutama di Kabupaten Kepulauan Yapen. Yapen merupakan wilayah pegunungan dengan topografi yang berbeda-beda,” ujar Hafidz dalam Dialog Kentongan Mitigasi Bencana RRI Serui, Selasa 18 Agustus 2026.

Menurut Hafidz, pemantauan BMKG masih menunjukkan aktivitas konveksi di sekitar Papua dan Pasifik Barat. Salah satu faktor yang berperan adalah Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di wilayah Pasifik Barat.

Kondisi tersebut mendukung peningkatan suhu muka laut dan ketersediaan uap air. Angin kemudian membawa udara lembap menuju Yapen. Saat melewati wilayah pegunungan, udara terdorong naik dan mengalami proses kondensasi hingga membentuk awan hujan.

“Awalnya terdapat El Niño di Samudra Pasifik, namun terdapat MJO pada fase 5 di Pasifik Barat sehingga SST dari hal tersebut naik. Anginnya mengarah ke Yapen, menabrak gunung kemudian naik dan terjadi proses kondensasi, sehingga hujannya lebat hingga 7–8 jam tersebut,” ujarnya.

Kondisi tersebut terlihat saat hujan berlangsung sekitar 7–8 jam di Kepulauan Yapen pada 9 Agustus 2026. Menurut Hafidz, hujan yang masih terjadi tidak berarti El Niño telah berakhir.

Ia menjelaskan, El Niño memberikan gambaran kondisi iklim, sementara cuaca sehari-hari di Yapen dipengaruhi berbagai faktor atmosfer.

“El Niño bukan berarti hujan berhenti total. Untuk cuaca sehari-hari di Kabupaten Kepulauan Yapen masih banyak faktor, mulai dari kondisi laut, uap air, konvergensi dan suhu di permukaan lainnya,” katanya.

Hafidz mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi cuaca BMKG dan tidak hanya berpatokan pada kondisi El Niño. Peringatan dini perlu diperhatikan ketika terdapat potensi hujan lebat.

Masyarakat yang berada di wilayah rawan juga perlu mengantisipasi dampak hujan, seperti genangan, banjir, longsor dan pohon tumbang.

“Yang paling penting buat masyarakat tetap mengikuti informasi resmi BMKG untuk mengetahui kondisi cuaca hari ini dan beberapa hari ke depan. Kita harus melihat kondisi atmosfer hari ini, bukan hanya melihat sudah El Niño atau tidak,” kata Hafidz.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....