Rian Hendrik Masyarakat Kampung Sawenui Terus Kembangkan Padi Ladang
- 13 Agt 2026 14:48 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui — Anggota DPRK Kepulauan Yapen, Rian Hendrik, memberikan dukungan terhadap inisiatif masyarakat Kampung Sawenui, Distrik Raimbawi, dalam mengembangkan padi ladang secara swadaya.
Dukungan tersebut disampaikan Rian saat mengunjungi Kampung Sawenui, Rabu 12 Agustus 2026. Ia mengapresiasi langkah Kelompok Tani Pandaryom yang memanfaatkan potensi lahan setempat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Menurut Rian, upaya masyarakat tersebut menunjukkan adanya semangat kemandirian sekaligus kepedulian terhadap ketahanan pangan di kampung. Terlebih, harga beras di wilayah tersebut relatif tinggi sehingga pengembangan pangan lokal dinilai penting untuk terus didorong.
“Ini merupakan inisiatif yang sangat baik. Masyarakat tidak hanya menunggu bantuan, tetapi sudah berusaha mengelola lahan sendiri untuk memenuhi kebutuhan pangan. Ini harus kita dukung dan dorong agar bisa berkembang,” kata Rian Hendrik.
Ia menilai, pengembangan padi ladang tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga. Jika dikelola secara berkelanjutan dan produksi terus ditingkatkan, kegiatan tersebut juga berpeluang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.
Rian pun mendorong pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kelompok tani di Kampung Sawenui. Dukungan tersebut, kata dia, dapat diberikan melalui penyediaan bibit, sarana produksi pertanian, alat pertanian, pendampingan teknis, hingga peningkatan akses jalan menuju kawasan pertanian.
“Kalau hasilnya sudah bisa mencapai puluhan kilogram dari pengelolaan awal, saya kira ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas. Pemerintah perlu melihat kebutuhan masyarakat seperti bibit, alat pertanian dan pendampingan agar produksi mereka meningkat,” ujarnya.
Selain dukungan sarana produksi, Rian menilai akses transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan pertanian di kampung. Jalan yang lebih baik akan memudahkan masyarakat mengangkut hasil pertanian maupun memenuhi kebutuhan produksi.
Ia berharap semangat swadaya masyarakat Kampung Sawenui dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung lain di Kepulauan Yapen untuk mengembangkan pangan lokal berdasarkan potensi wilayah masing-masing.
“Kita ingin masyarakat di kampung tidak selalu bergantung pada pasokan pangan dari luar. Kalau ada lahan dan masyarakat mau mengelola, tentu harus kita dukung agar ketahanan pangan di kampung bisa semakin kuat,” katanya.
Marthen Siburi, Anggota Kelompok Tani Pandaryom, menyampaikan bahwa masyarakat membutuhkan dukungan pemerintah agar pengembangan padi ladang dapat dilakukan secara lebih maksimal.
Menurut Marthen, kebutuhan utama kelompok tani saat ini antara lain bibit padi, sarana produksi pertanian, pendampingan, serta perbaikan akses jalan menuju Kampung Sawenui.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Kami membutuhkan bibit, dukungan untuk pengelolaan lahan, dan juga akses jalan yang baik supaya hasil pertanian kami bisa dikembangkan lebih luas,” kata Marthen Siburi.
Ia menambahkan, Kelompok Tani Pandaryom berkomitmen untuk terus mengembangkan padi ladang secara swadaya. Sebagian hasil panen akan disisihkan untuk dijadikan bibit sehingga pengembangan tanaman dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Bibit tersebut juga diharapkan dapat dibagikan kepada kelompok tani lainnya agar semakin banyak masyarakat yang dapat mengembangkan padi ladang sesuai potensi lahan yang dimiliki.
“Kami ingin terus kembangkan. Kalau bibit dan lahan semakin tersedia, kami berharap hasil panen ke depan bisa lebih banyak dan bukan hanya untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Inisiatif masyarakat Kampung Sawenui tersebut menjadi gambaran bahwa penguatan ketahanan pangan dapat dimulai dari tingkat kampung melalui pemanfaatan lahan dan kerja sama masyarakat, dengan dukungan pemerintah yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....