Prosesi Adat Sudate Waropen Akhiri Pencarian Korban Laka Laut Speedboat
- 27 Jul 2026 06:20 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Waropen – Prosesi adat Suku Sudate digelar di Kampung Otodemo, Distrik Wapoga, Kabupaten Waropen, Minggu (26/7/2026), sebagai penutup rangkaian pencarian korban kecelakaan laut yang melibatkan sebuah speedboat. Hingga hari ke-10 pencarian, korban belum berhasil ditemukan.
Prosesi adat dipimpin Kepala Suku Sudate bersama para tokoh adat setempat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Polairud Polres Waropen AKP Elton Jack Rumbiak dan Kapospol Wapoga. Ritual dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengikhlaskan korban agar dapat beristirahat dengan tenang sesuai tradisi masyarakat setempat.
Kapolres Waropen AKBP Iip Syarif Hidayat, S.H., melalui Kasat Polairud AKP Elton Jack Rumbiak mengatakan seluruh personel bersama tim gabungan telah berupaya maksimal melakukan pencarian sejak kecelakaan terjadi.
"Berbagai metode pencarian telah dilakukan, baik melalui jalur sungai maupun pesisir. Namun hingga hari ke-10 operasi pencarian, belum ditemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan korban," ujar AKP Elton Jack Rumbiak.
Ia menjelaskan, penghentian operasi pencarian dilakukan setelah mempertimbangkan hasil pencarian yang telah berlangsung selama kurang lebih 10 hari, serta berdasarkan keputusan keluarga dan masyarakat adat Kampung Otodemo.
"Kami menghormati keputusan keluarga dan masyarakat adat yang memilih menutup rangkaian pencarian melalui prosesi adat sebagai bagian dari nilai-nilai budaya yang dijunjung masyarakat setempat," katanya.
AKP Elton juga mengimbau masyarakat agar menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan transportasi air.
"Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat, operator transportasi sungai maupun laut, serta perusahaan yang menggunakan transportasi air agar selalu memperhatikan aspek keselamatan, tidak melebihi kapasitas muatan, memastikan kondisi mesin dalam keadaan layak, serta mempertimbangkan kondisi cuaca dan debit air sebelum melakukan perjalanan guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Suku Sudate Kampung Otodemo, Bekri Kofi, menyampaikan apresiasi kepada Polres Waropen, tim gabungan, dan masyarakat yang telah terlibat dalam upaya pencarian korban selama kurang lebih 10 hari.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Waropen, tim gabungan, dan seluruh masyarakat yang telah membantu proses pencarian korban kecelakaan laut selama kurang lebih 10 hari. Namun hingga saat ini belum ada petunjuk maupun titik terang, sehingga kami bersama masyarakat Kampung Otodemo memutuskan melaksanakan prosesi adat Suku Sudate untuk mengikhlaskan korban agar beristirahat dengan tenang," ujar Bekri Kofi.
Prosesi adat berlangsung khidmat dan diikuti keluarga korban, tokoh adat, aparat keamanan, serta masyarakat Kampung Otodemo. Suasana haru menyelimuti jalannya ritual yang menjadi simbol penghormatan terakhir kepada korban yang hingga kini belum berhasil ditemukan.
Kegiatan tersebut juga menjadi wujud sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat adat dalam menghormati nilai-nilai budaya lokal, sekaligus menandai berakhirnya operasi pencarian yang telah dilakukan secara intensif sejak terjadinya kecelakaan laut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....