Tim SAR Gabungan Terus Cari Korban Laka Speedboat Waropen

  • 21 Jul 2026 11:00 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Waropen – Tim SAR Gabungan yang dipimpin Polres Waropen, melalui Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) terus melaksanakan pencarian terhadap seorang korban yang hilang akibat kecelakaan speedboat di Muara Kali Obaiwa, Distrik Inggerus, Kabupaten Waropen. Operasi pencarian masih berlangsung hingga Senin 20 Juli 2026 dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

Peristiwa kecelakaan terjadi pada Rabu 15 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 WIT di Muara Kali Obaiwa, sekitar 77 kilometer dari Kampung Wapoga atau kurang lebih 14 jam perjalanan melalui jalur sungai. Lokasi kejadian memiliki medan yang cukup sulit dengan arus sungai yang deras akibat banjir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan berangkat dari Kabupaten Nabire pada Senin 13 Juli 2026,menggunakan satu unit speedboat fiber bermesin tiga unit 40 PK dengan membawa sembako dan tujuh penumpang menuju Kampung Wapoga. Setelah bermalam, rombongan berganti menggunakan dua speedboat fiber berukuran lebih kecil untuk melanjutkan perjalanan menuju wilayah pedalaman.

Pada Selasa 14 Juli 2026, rombongan tiba di Kampung Otodemo sekitar pukul 18.00 WIT dan kembali bermalam sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kilometer 80 pada keesokan harinya. Saat melintasi Muara Kali Obaiwa, salah satu speedboat mengalami gangguan pada mesin 15 PK bersamaan dengan kondisi Sungai Wapoga yang sedang banjir dan berarus sangat deras hingga akhirnya terbalik.

Akibat kecelakaan tersebut, satu orang penumpang atas nama Khung Kwang (Angkuan) yang bekerja sebagai juru bahasa dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian. Sementara enam penumpang lainnya berhasil menyelamatkan diri dari insiden tersebut.

Hasil pendalaman sementara menunjukkan kecelakaan diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni kelebihan muatan, kerusakan pada salah satu mesin 15 PK, serta tingginya debit air dan derasnya arus Sungai Wapoga.

Speedboat yang mengalami kecelakaan diketahui bernama Yasonao, milik Elia Bisai, dengan warna lambung putih, merah, dan hijau.

Sejak 16 hingga 20 Juli 2026, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Personel Sat Polairud Polres Waropen, Brimob, Pos Polisi Wapoga, masyarakat adat, dan karyawan perusahaan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga sepanjang aliran Sungai Wapoga guna menemukan korban yang masih hilang.

Kapolres Waropen AKBP Iip Syarif Hidayat, S.H., melalui Kasat Polairud AKP Elton Jack Rumbiak mengatakan, pihaknya bersama seluruh unsur SAR akan terus mengoptimalkan pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel yang bertugas di lapangan.

Polres Waropen bersama Tim SAR Gabungan terus berupaya semaksimal mungkin melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang. Medan yang cukup berat, tingginya debit air, dan deras nya arus sungai menjadi tantangan dalam pelaksanaan operasi pencarian. Namun demikian, kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat hingga proses pencarian selesai.

"Polres Waropen juga mengimbau masyarakat, operator transportasi sungai, dan perusahaan yang menggunakan jalur perairan agar selalu mengutamakan keselamatan pelayaran dengan memperhatikan kapasitas muatan, memastikan kondisi mesin tetap layak digunakan, serta mempertimbangkan kondisi cuaca dan debit air sebelum melakukan perjalanan. Kepolisian menegaskan akan terus menyampaikan perkembangan proses pencarian kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dan pelayanan publik".Ujarnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....