Ketua Klasis GPDP Yapen Selatan Ajak Jemaat Utamakan Peningkatan Kualitas Iman

  • 17 Jul 2026 18:12 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID. Serui – Ketua Klasis Gereja Pentakosta di Papua (GPDP) Yapen Selatan, Pendeta Petrus Wandamani, mengingatkan seluruh warga Jemaat GPDP Rehobot Yapen agar mengutamakan peningkatan kualitas iman melalui pelaksanaan Sidang Jemaat ke-IV Tahun 2026.

Menurut Petrus Wandamani, Gereja dan Pemerintah merupakan mitra yang saling melengkapi dalam membangun manusia seutuhnya. Gereja berperan membangun iman dan karakter umat, sementara pemerintah bertugas meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan.

Ia menjelaskan, Sidang Jemaat ke-IV menjadi momentum penting untuk mengevaluasi seluruh program pelayanan yang telah dilaksanakan selama lima tahun terakhir, sekaligus menyusun arah dan program pelayanan Jemaat GPDP Rehobot Yapen untuk lima tahun ke depan.

"Pekerjaan penginjilan merupakan pekerjaan pelayanan Tuhan yang sangat mulia dan harus dikerjakan dengan penuh semangat kebersamaan," ujarnya.

Pendeta Petrus menegaskan, keberhasilan pelayanan pekabaran Injil tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari hasil pelayanan tersebut, yakni meningkatnya kualitas iman jemaat dalam mengenal Kristus. Menurutnya, ukuran keberhasilan gereja bukan terletak pada banyaknya program, melainkan sejauh mana kehidupan Kristus nyata dalam kehidupan setiap jemaat.

Sebagai salah satu denominasi gereja di Papua, GPDP memiliki tanggung jawab besar untuk mewartakan kabar keselamatan, menghadirkan damai sejahtera, membina generasi muda agar takut akan Tuhan, memperkuat keluarga Kristen, serta menjadi sahabat bagi masyarakat yang membutuhkan kasih dan pengharapan.

Karena itu, Sidang Jemaat GPDP Rehobot Yapen diharapkan mampu menghasilkan keputusan-keputusan pelayanan yang benar-benar sesuai dengan kehendak Tuhan dan menjawab kebutuhan jemaat di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Pendeta Petrus Wandamani juga mengajak seluruh peserta sidang untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Menurutnya, perbedaan pendapat dalam persidangan merupakan hal yang wajar dalam proses pengambilan keputusan, namun jangan sampai perbedaan tersebut merusak kasih, persaudaraan, dan semangat kebersamaan di tengah jemaat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....