Jalan Obor Yeziel Anotaurei ke GKI Yerusalem Wainakawini 102 PI Tanah Kuraen

  • 08 Jul 2026 06:13 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 Pekabaran Injil di Tanah Kuraen, Jemaat GKI Yeziel Anotaurei bersama Jemaat GKI Yerusalem Wanaikawini menggelar prosesi Jalan Obor dari Gedung Gereja Yeziel Anotaurei menuju Gedung Gereja Yerusalem Wanaikawini, Senin 6 Juli 2026.

Prosesi jalan obor menjadi simbol estafet semangat pekabaran Injil yang terus diwariskan dari satu jemaat ke jemaat lainnya. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan masuknya Injil di Tanah Kuraen yang telah berlangsung selama 102 tahun.

Pendeta Jemaat GKI Yeziel Anotaurei Pdt. Otto Piet Aibekob, S.Si., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Jemaat GKI Yeziel Anotaurei yang telah mengantarkan obor sebagai simbol kelanjutan sejarah pekabaran Injil di wilayah Kuraen.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Jemaat GKI Yeziel Anotaurei yang telah mengantarkan obor pekabaran Injil dalam rangka peringatan 102 tahun masuknya Injil di Tanah Kuraen. Tradisi ini menjadi simbol semangat pelayanan dan kebersamaan seluruh jemaat," ujarnya

Menurut Pdt. Otto, tradisi pengantaran obor melibatkan enam jemaat GKI serta tiga denominasi gereja yang ada di Tanah Kuraen. Tahun sebelumnya, obor diserahkan dari Jemaat Betania Mariadei kepada Jemaat Yeziel Anotaurei. Pada tahun ini, estafet obor dilanjutkan dari Jemaat Yeziel Anotaurei menuju Jemaat Yerusalem Wanaikawini dan akan terus dilaksanakan secara bergilir setiap tahun.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga jemaat yang telah berpartisipasi dan memeriahkan peringatan HUT Pekabaran Injil di Tanah Kuraen.

penyerahan obor ke GKI YERUSALEM Wainakawini (Foto:RRI Serui)

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Ketua Keret Marga, Y.F. Wayangkau, mengatakan tradisi perpindahan api obor telah menjadi bagian dari peringatan tahunan Pekabaran Injil di Tanah Kuraen.

"Api obor dipindahkan setiap tahun secara bergilir dari satu jemaat ke jemaat lainnya. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan masyarakat asli Kuraen, tetapi juga seluruh jemaat yang berada di wilayah Tanah Kuraen. Tradisi ini menjadi pengingat perjalanan sejarah pekabaran Injil yang dimulai sejak tahun 1924 dan diharapkan terus dilestarikan oleh generasi berikutnya," katanya.

Melalui prosesi Jalan Obor Yeziel menuju Yerusalem, masyarakat diharapkan terus menjaga nilai persatuan, kebersamaan, dan semangat pelayanan sebagai warisan sejarah masuknya Injil di Tanah Kuraen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....