RSUD Serui Pastikan Stok Oksigen Aman

  • 24 Mei 2026 13:06 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID,Serui - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serui memastikan ketersediaan oksigen bagi pasien masih dalam kondisi aman meskipun mesin produksi oksigen milik rumah sakit mengalami gangguan teknis. Saat ini kebutuhan oksigen tetap dipenuhi melalui pasokan dari pihak ketiga sambil menunggu proses perbaikan mesin selesai, Sabtu 23 Mei 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Serui, Erends Ampasoi menjelaskan bahwa kerusakan terjadi pada bagian generator, tepatnya pada komponen bearing yang harus didatangkan dari luar negeri.

“Kerusakan terjadi pada bagian generator, tepatnya komponen bearing. Suku cadang itu harus dipesan dari luar negeri dan saat ini masih dalam proses pengiriman melalui Jakarta setelah melewati bea cukai,” ujar Erends.

Menurutnya, pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan penyedia layanan untuk mempercepat proses perbaikan. Teknisi juga dijadwalkan tiba dalam pekan ini guna segera menangani mesin produksi oksigen tersebut.

Meski produksi oksigen rumah sakit terganggu, Erends menegaskan stok oksigen untuk pelayanan pasien masih aman karena sementara waktu dipenuhi melalui suplai oksigen dari pihak ketiga di Kabupaten Kepulauan Yapen.

“Kami memastikan stok oksigen masih aman. Memang ada kekurangan karena produksi dari mesin terganggu, tetapi kebutuhan pasien tetap terpenuhi melalui suplai dari pihak ketiga,” katanya.

Ia menambahkan, kualitas oksigen yang disuplai dari pihak ketiga tetap memenuhi standar pelayanan medis dan setara dengan hasil produksi rumah sakit.

Selain memastikan ketersediaan stok, manajemen RSUD Serui juga memperketat pengawasan penggunaan oksigen agar lebih efektif dan tepat sasaran sesuai kebutuhan medis pasien.

“Oksigen merupakan bagian dari terapi medis, sehingga penggunaannya harus berdasarkan ketentuan dan kebutuhan pasien, bukan digunakan untuk semua pasien,” jelasnya.

RSUD Serui juga mulai merencanakan anggaran pemeliharaan rutin terhadap peralatan produksi oksigen guna mencegah gangguan serupa terjadi kembali di masa mendatang.

“Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi kekosongan oksigen sambil menunggu teknisi datang dan mesin selesai diperbaiki,” tandas Erends.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....