Ketua PGRI Yapen Ajak Guru Tetap Solid dan Perjuangkan Kesejahteraan Secara Berma

  • 23 Mei 2026 18:12 WIB
  •  Serui
Poin Utama
  • Ketua PGRI Yapen ajak guru tetap solid dan menjaga marwah organisasi.
  • PGRI disebut memiliki peran sebagai organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan.
  • PGRI perjuangkan guru honorer melalui jalur PPPK.
  • Data IGTKI Yapen: 117 guru TK terdiri dari 40 ASN dan 77 honorer.

RRI.CO.ID, Serui — Ketua PGRI Kabupaten Kepulauan Yapen, Philipus Wairara.M.Pd, mengajak seluruh guru untuk tetap menjaga solidaritas, memperkuat koordinasi organisasi, serta terus memperjuangkan kesejahteraan guru dengan cara yang sopan dan bermartabat.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada perayaan Hari Ulang Tahun IGTKI-PGRI ke-76 Kabupaten Kepulauan Yapen di Gedung Silas Papare, Serui, Jumat 22 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Philipus menjelaskan bahwa PGRI merupakan organisasi profesi yang lahir tidak lama setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada 25 November 1945 melalui Kongres PGRI. Organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah perjuangan para guru mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Menurutnya, PGRI memiliki tiga peran utama, yakni sebagai organisasi profesi, organisasi perjuangan, dan organisasi ketenagakerjaan yang terus memperjuangkan hak-hak guru di Indonesia.

Ia juga menjelaskan bahwa IGTKI lahir melalui kongres di Yogyakarta pada tahun 1990 dan secara resmi menjadi bagian dari PGRI, sehingga hubungan kemitraan antara PGRI dan IGTKI terus berjalan hingga saat ini.

Pada kesempatan itu, Philipus turut menyampaikan perkembangan terbaru terkait kepemimpinan PGRI di tingkat pusat. Ia mengatakan Mahkamah Agung melalui putusan Nomor 32 PK/TUN/2026 tanggal 5 Mei 2026 telah mengesahkan kembali kepemimpinan Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. sebagai Ketua Umum PGRI.

“Informasi ini penting kami sampaikan agar seluruh anggota PGRI di Kabupaten Kepulauan Yapen mengetahui bahwa kepemimpinan Ketua Umum PGRI yang sah adalah Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.,” ujarnya.

Ketua PGRI Kabupaten Kepulauan Yapen, Philipus Wairara.M.Pd(Foto:RRI/Syamsul)

Selain itu, Philipus juga menyoroti perjuangan PGRI dalam memperjuangkan status dan kesejahteraan guru honorer melalui jalur PPPK. Ia menegaskan bahwa keberadaan skema PPPK merupakan bagian dari perjuangan organisasi untuk memberikan kesempatan kepada guru yang tidak lagi memenuhi batas usia pengangkatan ASN.

Berdasarkan laporan IGTKI, saat ini terdapat 117 guru TK di Kabupaten Kepulauan Yapen, terdiri dari 40 guru ASN dan 77 guru honorer. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus kepada para guru TK honorer yang belum mendapatkan kesempatan diangkat menjadi ASN maupun PPPK.

“Kami menitipkan teman-teman guru TK yang sampai saat ini belum mendapatkan kesempatan menjadi ASN maupun PPPK agar menjadi perhatian pemerintah daerah,” katanya.

Philipus juga mengakui bahwa kondisi fiskal daerah saat ini cukup berat akibat efisiensi anggaran nasional. Meski demikian, ia mengajak seluruh guru untuk tetap mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam menyampaikan aspirasi organisasi.

“Jika masih ada ruang komunikasi dengan pemerintah daerah, maka ruang itu yang harus kita gunakan dengan cara-cara yang sopan dan bermartabat,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Philipus menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh guru TK di Kabupaten Kepulauan Yapen dan mengajak seluruh anggota IGTKI-PGRI untuk terus menjaga kebersamaan dan soliditas organisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....