Ketua IGTKI Kepulauan Yapen: Guru TK Sejahtera Jadi Pondasi Pendidikan Berkualita

  • 23 Mei 2026 18:10 WIB
  •  Serui
Poin Utama
  • Ketua IGTKI Yapen tekankan pentingnya kesejahteraan guru TK.
  • Tema HUT: “Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Pondasi Wajib Belajar 13 Tahun.”
  • IGTKI Yapen memiliki 117 guru dari 15 TK.
  • Terdiri dari 40 guru ASN dan 77 guru honorer.

RRI.CO.ID, Serui — Ketua IGTKI Kabupaten Kepulauan Yapen, Notje Pietersz, menegaskan pentingnya kesejahteraan guru taman kanak-kanak sebagai pondasi utama dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada perayaan Hari Ulang Tahun IGTKI-PGRI ke-76 Kabupaten Kepulauan Yapen yang berlangsung di Gedung Silas Papare, Serui, Jumat 22 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Notje Pietersz mengungkapkan rasa syukur karena seluruh keluarga besar IGTKI dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk merayakan perjalanan organisasi yang telah memasuki usia ke-76 tahun.

Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran Bupati Kepulauan Yapen dan Ketua PqGRI menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi seluruh guru TK di daerah tersebut.

“Usia 76 tahun adalah bukti ketangguhan dan dedikasi mulia organisasi kita dalam mengawal generasi emas bangsa sejak usia dini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Notje menjelaskan bahwa peringatan HUT tahun ini mengusung tema “Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Pondasi Wajib Belajar 13 Tahun.”

Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi menjadi visi besar dalam mendukung pendidikan nasional. Ia menilai pendidikan anak usia dini merupakan pintu gerbang pertama dalam perjalanan akademik seorang anak.

“Jika kita ingin menyukseskan program wajib belajar 13 tahun, maka pondasi dasar pendidikan taman kanak-kanak harus diletakkan dengan kuat dan berkualitas,” katanya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan guru.

“Guru TK yang sejahtera lahir dan batin akan mampu mendidik dengan penuh kebahagiaan, kreativitas, dan totalitas,” ucapnya.

Dalam laporannya, Notje menyampaikan bahwa kekuatan IGTKI Kabupaten Kepulauan Yapen saat ini terdiri dari 117 guru yang tersebar di 15 TK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 guru berstatus ASN dan 77 lainnya merupakan guru honorer.

Meski memiliki status yang berbeda, ia menegaskan bahwa seluruh guru tetap berada dalam satu semangat pengabdian yang sama di bawah naungan PGRI.

“Tidak ada sekat di antara kita. Baik ASN maupun honorer, kita memiliki tanggung jawab mulia yang sama dalam mendidik anak-anak di daerah ini,” tegasnya.

Sebagai bentuk rasa syukur atas usia organisasi, IGTKI Kabupaten Kepulauan Yapen juga melaksanakan kegiatan anjangsana dan berbagi kasih ke sejumlah panti asuhan, di antaranya Panti Asuhan Al Fatih dan panti asuhan lainnya di Serui.

“Kami ingin kebahagiaan HUT IGTKI ke-76 juga dapat dirasakan oleh anak-anak di panti asuhan,” ujarnya.

Notje turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan HUT, mulai dari pemerintah daerah, sekolah-sekolah TK, hingga pelaku usaha yang ikut berpartisipasi memberikan bantuan dan hadiah doorprize.

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh guru TK untuk terus meningkatkan kompetensi dan tetap solid dalam satu komando organisasi PGRI demi memajukan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Perayaan HUT IGTKI-PGRI ke-76 tersebut berlangsung meriah dengan penampilan tari, vocal group, serta penarikan undian doorprize yang disambut antusias para peserta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....