Dinas Pariwisata Perkuat Legalitas Destinasi WisataPendampingan Periz

  • 23 Mei 2026 17:51 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Fasilitasi Pendampingan Penerbitan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR) sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan tingkat risiko menengah tinggi, Jumat 22 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Serui tersebut diikuti sebanyak 40 peserta yang berasal dari pengelola destinasi wisata, pelaku ekonomi kreatif, serta sanggar seni dan budaya di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Yapen, Nikolas Imbiri, mengatakan kegiatan ini difokuskan bagi pelaku usaha wisata dan sanggar seni budaya yang hingga kini belum memiliki legalitas usaha.

“Ia menjelaskan bahwa kegiatan hari ini difokuskan kepada teman-teman yang memiliki destinasi wisata di Kabupaten Kepulauan Yapen serta sanggar seni dan budaya. Selama ini masih banyak pengelola wisata yang belum memiliki perizinan usaha, baik karena keterbatasan kemampuan maupun belum memahami proses pengurusan izin,” ujar Nikolas.

Menurutnya, pemerintah daerah memandang penting kepemilikan izin usaha bagi setiap pengelola destinasi wisata agar usaha yang dijalankan memiliki legalitas yang jelas. Karena itu, Dinas Pariwisata berkolaborasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk memberikan pendampingan langsung kepada peserta.

“Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman sekaligus pendampingan teknis dalam pengurusan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Harapannya, sejumlah destinasi wisata yang hadir dapat segera memiliki izin resmi sehingga usaha mereka menjadi legal,” katanya.

Nikolas juga mengungkapkan bahwa pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kepulauan Yapen masih menghadapi tantangan, terutama akses menuju sejumlah destinasi wisata.

“Khusus akses menuju destinasi wisata di Yapen, yang tersentuh pembangunan infrastruktur. Contohnya Distrik Raimbawi dan Kampung Aisau yang masih membutuhkan perhatian akses jalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berencana meresmikan destinasi wisata Aisau. Untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, pemerintah juga akan melibatkan masyarakat yang memiliki akses transportasi laut.

“Kami memang belum memiliki fasilitas yang memadai, namun dalam waktu dekat pemerintah daerah akan terus berupaya melengkapi kebutuhan pendukung pariwisata,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....