Kesadaran Orang Tua di Waropen Terhadap Anak Disabilitas Masih Rendah
- 14 Mei 2026 19:31 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Waropen – Kurangnya kesadaran sebagian orang tua di Kabupaten Waropen terhadap masa depan anak dengan cacat bawaan lahir masih menjadi perhatian serius di dunia pendidikan. Anak dengan kondisi disabilitas dinilai belum mendapatkan hak pendidikan secara maksimal akibat rasa malu dan kurangnya pemahaman keluarga.
Kelainan kongenital atau cacat bawaan lahir merupakan kondisi ketika anak lahir dengan ketidaksempurnaan fisik maupun fungsi tubuh tertentu. Meski demikian, anak-anak dengan kondisi tersebut tetap memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan masa depan yang baik.
Tenaga Kependidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Uri Waropen, Fika Oktarina, saat ditemui RRI pada Rabu 13 Mei 2026, di SLB Negeri Uri Waropen mengatakan, masih banyak orang tua di Waropen yang belum terbuka menerima kondisi anak mereka. Akibatnya, sebagian anak penyandang disabilitas tidak disekolahkan dan hanya tinggal di rumah.
“Rasa malu menjadi faktor utama yang membuat sejumlah orang tua enggan membawa anak mereka ke sekolah. Padahal, anak dengan cacat bawaan lahir memiliki kemampuan belajar dan potensi yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan pendidikan yang tepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki banyak talenta di berbagai bidang. Dengan dukungan keluarga dan pendidikan yang baik, mereka mampu berkembang serta memiliki keterampilan yang dapat menunjang kehidupan di masa depan.
Saat ini, SLB Negeri Uri Waropen mendidik sebanyak 29 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Seluruh peserta didik dibagi sesuai ruang belajar dan kebutuhan masing-masing agar proses pembelajaran berjalan efektif.
Para tenaga pendidik di SLB Negeri Uri Waropen terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada seluruh siswa. Selain pembelajaran umum, sekolah juga memberikan pelatihan keterampilan untuk membantu meningkatkan kemampuan dan kemandirian anak.
“Anak berkebutuhan khusus bukanlah aib keluarga, melainkan generasi yang juga memiliki hak untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita seperti anak lainnya,” tambahnya.
Pihak sekolah berharap masyarakat dapat mengubah pola pikir terhadap anak dengan disabilitas. Tendik SLB Negeri Uri Waropen juga mengajak seluruh orang tua di Waropen yang memiliki anak dengan cacat bawaan lahir agar tidak malu menyekolahkan anak mereka di SLB Negeri Uri Waropen. Pendidikan dinilai menjadi langkah penting dalam membangun masa depan anak agar lebih mandiri dan percaya diri.
“Melalui perhatian keluarga, dukungan masyarakat, serta akses pendidikan yang memadai, diharapkan anak-anak penyandang disabilitas di Kabupaten Waropen dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi daerah di masa mendatang,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....