PSW YPK Yapen Pelaksanaan Ujian YPK Kekurangan Guru
- 11 Mei 2026 19:55 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui- Yayasan Pendidikan Kristen YPK yang berdiri sejak 8 Maret 1962 kini telah memasuki usia 64 tahun pada 2026. Meski telah berkiprah cukup lama di bidang pendidikan, yayasan tersebut masih menghadapi persoalan kekurangan tenaga guru.
Ketua Pengelola Sekolah Wilayah (PSW) Yapen, Drs. Orgenes Runtuboi, mengatakan tantangan terbesar yang dihadapi YPK saat ini adalah minimnya tenaga pendidik. Hal itu disampaikan saat membuka pelaksanaan Ujian Sekolah Dasar YPK di SD Betania Mariadei, Senin 11 Mei 2026.

“Tantangan terbesar kami adalah kekurangan guru. Ini merupakan masalah yang sedang dihadapi YPK saat ini. Yayasan tidak memiliki guru tetap; para pengajar di sekolah-sekolah YPK sebagian besar merupakan guru subsidi dari pemerintah. Kondisi ini sering menimbulkan masalah bagi yayasan ketika masa tugas mereka berakhir atau memasuki masa pensiun, karena tidak ada guru yang menggantikan mereka. Akibatnya, terjadi kekosongan tenaga pengajar yang berdampak pada proses pendidikan. Kegiatan belajar mengajar pun tidak dapat berlangsung dengan baik,” kata Orgenes Runtuboi.
Tantangan lain yang dihadapi guru YPK adalah perubahan kurikulum pendidikan yang menuntut guru untuk memahami dan menerapkan kurikulum tersebut dengan baik. Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena tidak semua guru dapat dengan mudah mengikuti perubahan tersebut, terutama akibat keterbatasan kemampuan, serta kurangnya sarana dan prasarana pendukung.
“Guru YPK dituntut untuk mengikuti perkembangan pendidikan, khususnya perubahan kurikulum yang terus mengalami pembaruan. Namun, keterbatasan sarana dan prasarana, terutama di sekolah-sekolah YPK, membuat guru sering kali harus berjuang untuk mengadaptasi metode pengajaran baru. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan serta dukungan fasilitas yang memadai agar ke depannya guru YPK mampu menerapkan kurikulum pendidikan di sekolah dengan baik dan benar,” ucapnya.

Sementara itu terkait dengan pelaksanaan ujian Sekolah Dasar (YPK) pada 52 Sekolah YPK di Yapen, Orgenes Runtuboi tegaskan kepada guru agar tetap profesional dalam pelaksanaan ujian. Siswa diberikan kepercayaan untuk menyelesaikan soal ujian dengan baik dan benar, dari sinilah akan terukur kualitas pendidikan serta sumber daya manusia yang berhasil akan seperti apa.
" PSW YPK harapkan guru profesional dalam ujian, membiarkan siswa mengerjakan soal ujian dengan baik dan benar,untuk menghasilkan siswa yang punya kompetesi, memiliki kemampuan yang luar biasa, baik spritual quotient, emosional quotient, sehingga dari sinilah akan di ukur kualitas pendidikan dan sumber daya manusia yang di hasil seperti apa, apakah berkualitas," katanya.

Pembukaan pelaksanaan ujian sekolah SD YPK Betania Maraidei di hadiri Ketua Komite Sekolah Melianus Wayangkau , sekaligus memyematkan Kartu Pengawas kepada pengawas ujian . Sementara Plt Kepala Kampung Ketuapi Derek Payai , menyematkan tanda peserta ujian kepada siswa yang di saksikan guru dan orang tua siswa . Di lanjutkan dengan penyerahan dokumen soal ujian dari Kepala Sekolah SD YPK Sarah Saimima kepada Ketua Panitia Ujian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....