Momentum HUT IBI ke-75, DP3AKB Yapen Gelar KB Serentak dan Launching Puskesmas War

  • 30 Apr 2026 10:39 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 tahun 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Puskesmas Warari, Distrik Anotaurei, Kamis (30/4/2026).

Kepala DP3AKB Kepulauan Yapen, Rosita Mambay, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari momentum nasional HUT IBI yang diwujudkan melalui pelayanan KB serentak.

“Kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT IBI ke-75, dengan launching pelayanan KB serentak yang dimulai dari Puskesmas Warari. Ke depan, tidak menutup kemungkinan seluruh fasilitas kesehatan akan turut melaksanakan pelayanan serupa,” ujarnya.

Pelayanan KB Serentak Peringatan HUT IBI 75 Tahun(Foto:RRI/Serui)

Ia menjelaskan, target pelayanan KB meliputi 82 akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan 400 non-MKJP, dengan capaian sementara IUD sebanyak 7 akseptor dan MOW 3 akseptor. Kegiatan ini berlangsung mulai 29 April hingga 22 Mei 2026, dan masyarakat cukup membawa KTP untuk mendapatkan layanan gratis.

Rosita menambahkan, program KB memiliki tujuan penting dalam menjaga kesehatan ibu serta meningkatkan kualitas keluarga.

“Melalui KB, ibu dapat menjaga kesehatan diri, merencanakan kehamilan, serta mengatur jarak kelahiran anak guna mencegah risiko stunting,” jelasnya.

Pentingnya kesadaran masyarakat terhadap KB(Foto:RRI/Serui)

Sementara itu, Kepala Puskesmas Warari, dr. Ema Suranta Sitepu, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap program KB.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengatur jarak kelahiran anak, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. Kami berharap masyarakat semakin sadar dan mau ber-KB demi kesehatan keluarga,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberlanjutan penggunaan KB sangat penting untuk menjaga jarak kehamilan yang ideal.

“Harapannya, masyarakat tidak hanya ikut KB, tetapi juga mempertahankan penggunaannya agar jarak kehamilan tetap terkontrol,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....