Hari Puisi Nasional Ingatkan Penyair Ikuti Perkembangan Zaman

  • 29 Apr 2026 17:35 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Waropen – Peringatan Hari Puisi Nasional yang jatuh setiap 28 April kembali menjadi momentum refleksi bagi para penyair di seluruh Indonesia untuk terus berkembang mengikuti dinamika zaman.

Hari Puisi Nasional tahun ini mengusung tema “Merawat Bahasa dan Merangkai Makna”, yang menekankan pentingnya menjaga kekayaan bahasa sekaligus menghadirkan karya sastra yang relevan dengan kehidupan masa kini.

Peringatan ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada Chairil Anwar, sosok penting dalam dunia sastra Indonesia yang dikenal melalui karya-karya puisinya yang kuat dan penuh makna.

Di Kabupaten Waropen, seorang penyair lokal, Luis Tanati, saat ditemui RRI pada 28 April 2026, menyampaikan pandangannya terkait makna Hari Puisi Nasional bagi para sastrawan. Ia mengatakan, Hari Puisi Nasional mengingatkan para penyair untuk tidak hanya berkarya, tetapi juga terus mengikuti perkembangan zaman agar karya yang dihasilkan tetap hidup dan relevan.

“Puisi tidak hanya berbicara tentang keindahan bahasa, tetapi juga merekam perjalanan sejarah, perjuangan bangsa, serta dinamika kehidupan yang penuh tantangan. Selain itu, perkembangan budaya, seni, dan kehidupan sosial juga menjadi sumber inspirasi penting dalam menciptakan karya sastra yang bermakna dan memiliki nilai bagi masyarakat,” ujar Luis.

Ia menambahkan, peringatan ini dapat mendorong penyair untuk meningkatkan profesionalisme dalam berkarya. Menurutnya, penting bagi penyair untuk memperhatikan aspek masa lalu, masa kini, dan masa depan, baik dalam konteks nasional maupun kearifan lokal, khususnya budaya Waropen yang kaya dan beragam.

“Dengan berkembangnya teknologi dan media digital, para penyair diharapkan mampu beradaptasi dan memanfaatkan platform modern agar puisi tetap eksis, diminati generasi muda, serta mampu bersaing di era globalisasi,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....