Wakil Ketua III DPRK Waropen Soroti Layanan Kesehatan Infrastruktur Awoso

  • 22 Apr 2026 13:55 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Waropen – Pelayanan kesehatan dan pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil kembali menjadi perhatian serius Wakil Ketua III DPRK Waropen, Simson Boari. Ia menyoroti kondisi di Kampung Awoso, Distrik Inggerus, yang dinilai belum mendapatkan pelayanan maksimal dari pemerintah daerah.

Masyarakat Kampung Awoso sangat membutuhkan akses layanan kesehatan yang layak, mengingat letaknya yang jauh dari pusat kota. Kondisi ini dinilai tidak boleh terus dibiarkan karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga setempat.

Dalam keterangannya kepada RRI di ruang kerjanya, Selasa 21 April 2026, Simson Boari mengungkapkan bahwa fasilitas kesehatan di kampung tersebut masih sangat terbatas. Selain itu, tenaga medis juga menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan tugas.

“Pelayanan kesehatan di Kampung Awoso harus menjadi prioritas. Fasilitas yang ada saat ini belum memadai, sementara tenaga medis juga dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Ini perlu segera ditangani secara serius oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kondisi infrastruktur yang dinilai memprihatinkan. Akses transportasi menuju Kampung Awoso masih sulit dijangkau, sehingga memperlambat pelayanan, baik di bidang kesehatan maupun sektor lainnya.

“Pembangunan infrastruktur, khususnya akses transportasi, sangat penting untuk membuka keterisolasian wilayah ini. Tanpa akses yang memadai, pelayanan dasar seperti kesehatan akan terus terhambat,” tambahnya.

DPRK Waropen pun meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki kondisi tersebut. Diharapkan ada perhatian lebih serius terhadap daerah-daerah terpencil seperti Kampung Awoso.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen, dr. Jenggo Suwarko, menanggapi sorotan tersebut dengan menyampaikan bahwa dirinya baru menjabat selama empat bulan. Ia mengakui masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, salah satu kendala utama adalah keterbatasan fasilitas serta kondisi geografis yang sulit. Petugas kesehatan harus menempuh perjalanan melalui jalur pesisir menggunakan speed boat untuk mencapai Kampung Awoso.

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga medis, terutama saat cuaca tidak menentu. Namun kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

dr. Jenggo menambahkan, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan terus berupaya melakukan perbaikan secara bertahap. Program peningkatan fasilitas dan pelayanan kesehatan sedang dirancang untuk menjangkau seluruh wilayah Waropen.

“Kami berharap adanya dukungan dari semua pihak, termasuk DPRK Waropen, agar berbagai kendala yang dihadapi dapat diatasi bersama demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kampung Awoso dan sekitarnya,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....