HIKMAS Yapen Meriahkan HUT 29 Lomba Menu Khas Bugis, Makassar Papua

  • 19 Apr 2026 20:07 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Himpunan Keluarga Maros (HIKMAS) Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar lomba cipta menu khas Bugis, Makassar, dan Papua dalam rangka memeriahkan HUT ke-29. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Disperindag Kepulauan Yapen, Minggu 19 April 2026, dan diikuti puluhan peserta dengan beragam sajian kuliner tradisional.

Sebanyak 34 peserta ambil bagian dalam lomba yang menampilkan berbagai menu khas dari tiga daerah, mulai dari makanan utama hingga kudapan tradisional. Beberapa hidangan yang disajikan antara lain songkolo, puding terapung pirex stroberi dan cokelat, sop saudara, ikan bakar, hingga Konro.

Ketua HIKMAS Kabupaten Kepulauan Yapen, Alwi Masse, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut lomba ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT HIKMAS ke-29 sekaligus upaya memperkenalkan kekayaan kuliner khas Bugis, Makassar, dan Papua.

“Melalui kegiatan ini, warga HIKMAS dapat berkreasi dalam mengolah makanan khas dengan cita rasa masing-masing daerah. Setiap daerah memiliki kekhasan kulinernya sendiri,” ujar Alwi.

Ia menambahkan, berbagai menu khas Bugis dan Makassar yang ditampilkan di antaranya coto, konro, songkolo, dan kambu paria. Sementara itu, menu khas Papua yang disajikan meliputi sagu gula merah, ikan kuah kuning, papeda, kangkung tumis bunga pepaya, serta keladi tumbuk.

Alwi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana mempererat kebersamaan dan menciptakan suasana damai di Kabupaten Kepulauan Yapen.

penilaian menu khas makanan Makasar Bugis papua(Foto: RRI/Cindy)

Salah satu juri, Mustika, menilai hidangan yang disajikan peserta cukup beragam, mulai dari makanan berat hingga camilan khas dari masing-masing daerah.

“Ciri khas makanan Bugis-Makassar cenderung identik dengan rasa manis, terutama pada kudapannya. Sementara dari Papua terlihat kreativitas dalam olahan sagu dan keladi,” jelasnya.

Menurut Mustika, penilaian lomba didasarkan pada beberapa aspek, yakni kreativitas, cita rasa, kandungan gizi, penampilan, serta keamanan konsumsi.

Juri lainnya, Delly Ruamba, turut memberikan apresiasi atas kreativitas peserta dalam menyajikan menu yang mencerminkan identitas daerah masing-masing.

“Kami sangat mengapresiasi para peserta yang telah menampilkan olahan terbaik dengan kreativitas tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Faonia, mengaku bersyukur dapat berpartisipasi dalam lomba tersebut. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya memeriahkan HUT HIKMAS, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga.

penilaian pada setiap kelompok (Foto: RRI/Cindy)

Dalam lomba tersebut, Faonia menyajikan menu Bugis seperti ikan cakalang pallu marra, racca mangga, dan onde-onde khas Bugis. Ia juga menghadirkan menu Papua berupa keladi tumbuk serta sayur kangkung bunga pepaya.

“Meskipun saya bukan asli Bugis, saya belajar dari berbagai referensi, termasuk media sosial, karena suami saya orang Bugis,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proses pembuatan menu tidak mengalami kendala berarti karena banyaknya sumber referensi yang dapat diakses dengan mudah melalui Internet dan Media Sosial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....