Upaya Pengembangan Kopi Ambaidiru Sebagai Komoditas Unggulan
- 15 Apr 2026 20:45 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui — Upaya pengembangan Kopi Ambaidiru terus didorong sebagai komoditas unggulan masyarakat di wilayah pegunungan, khususnya di kawasan Muman. Langkah perubahan ini tidak hanya bertujuan menjadikan kopi sebagai usaha sampingan, tetapi sebagai sumber utama peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tokoh masyarakat, Maikel Mora, menyampaikan bahwa perawatan kopi harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Partai NasDem.
“Kalau kopi dirawat dengan baik, maka Kopi Ambaidiru bisa menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Maikel Mora.
Ia juga menambahkan bahwa pengembangan ini akan didukung dengan pembuatan film dokumenter yang mengangkat kehidupan masyarakat suku Onate di pegunungan yang tetap bertahan hidup dengan memanfaatkan potensi lokal seperti kopi, durian, vanili, dan sayuran.
“Film dokumenter ini penting untuk merekam sejarah dan kehidupan masyarakat agar bisa menjadi pembelajaran bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Senada dengan itu, Maikel Mora menekankan pentingnya data pertanian yang akurat.
“Kebun kopi ini harus didukung dengan data yang valid. Saat ini masih perlu pemutakhiran data agar sesuai dengan kondisi tanaman produktif masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Tonny Tesar menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju lokasi produksi kopi, menjadi perhatian penting.
“Masyarakat pegunungan Muman, khususnya suku Yawa Onate, perlu melihat dan merekam sejarah kopi ini. Jalan menuju lokasi produksi akan menjadi perhatian, namun tetap harus melalui persetujuan pemerintah daerah,” kata Tonny Tesar.
Ia juga mengungkapkan bahwa pengembangan kawasan Ambaidiru diarahkan menjadi lokasi agrowisata.
“Melalui pengajuan ke kementerian terkait, Ambaidiru diharapkan bisa dikembangkan sebagai kawasan agrowisata,” ujarnya.
Dari sisi kualitas produk, perwakilan dari Lembah Kakopi menekankan pentingnya menjaga keunikan kopi Ambaidiru.
“Kopi harus memiliki ciri khas dan cerita. Diproduksi secara tradisional dan terbatas justru menjadi nilai ekonomi yang tinggi. Jangan menggunakan mesin, tetapi tetap manual agar rasa tetap terjaga,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa harga kopi yang baik akan mendorong semangat masyarakat untuk terus berkebun.
Program ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui program “Laga Perubahan” yang mendorong transformasi pengolahan kopi dari tradisional menuju modern tanpa meninggalkan nilai kearifan lokal.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan apresiasi atas bantuan pembangunan jalan dan berharap adanya dukungan lanjutan, termasuk bantuan rumah layak huni (BBR) di sejumlah kampung seperti Ambaidiru, Ramangkurani, dan Mambo.
“Terima kasih atas bantuan jalan yang sudah membantu kami di pegunungan ini,” ujar salah satu perwakilan masyarakat.
Namun demikian, masyarakat juga berharap adanya realisasi bantuan lain seperti material pembangunan gereja yang sebelumnya telah dijanjikan.
Dalam kesempatan tersebut, Tonny Tesar juga menegaskan pentingnya dokumentasi sejarah perjalanan masyarakat.
“Dari jalan setapak menuju harapan, ini adalah cerita perjuangan masyarakat yang harus direkam secara profesional untuk kepentingan generasi mendatang,” tegasnya.
Sejarah Ambaidiru sendiri disebut telah dimulai sejak sekitar tahun 1936, ketika masyarakat mulai bertani sayur, hingga masa masuknya Jepang dan Belanda, serta peristiwa jatuhnya pesawat di Cina Tua yang mengangkut hasil pertanian menuju Biak.
Kopi Ambaidiru juga ditegaskan sebagai produk organik yang tidak menggunakan pestisida, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi di pasar.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan berupa sensor kayu, parang untuk pembersihan lahan kopi, serta dukungan lain bagi masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang pembangunan dan aktivitas perkebunan masyarakat.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan pembuatan film dokumenter Kopi Ambaidiru ini. Semoga Tuhan memberkati semua pihak yang terlibat,” tutup Maikel Mora.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....