Cuaca Buruk Hambat Kapal Singgah Pelabuhan Waren Waropen
- 14 Apr 2026 10:28 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Waropen – Aktivitas transportasi laut di Pelabuhan Pidemani Waren, Kabupaten Waropen, mengalami gangguan serius akibat cuaca buruk yang melanda perairan setempat selama kurang lebih satu minggu terakhir. Kondisi ini berdampak langsung pada arus mobilitas penumpang dan distribusi logistik di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Perairan Laut dan Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Waropen, Yohanes Rumabar kepada RRI 14 April 2026 menyampaikan, bahwa sejumlah kapal penumpang tidak dapat menyinggahi pelabuhan akibat tingginya gelombang laut. Arus yang kuat juga menjadi faktor utama yang menghambat proses sandar kapal. Masyarakat diminta untuk memahami situasi ini demi keselamatan bersama.
Dalam periode tersebut, kapal penumpang Cantika Lestari 77 yang berlayar dari Pelabuhan Mamberamo sempat mendekati Pelabuhan Waren.
"Namun, kapal tersebut tidak dapat bersandar akibat gelombang tinggi dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Serui. Upaya singgah kembali juga gagal karena kondisi cuaca belum membaik".Ucapnya
Gelombang laut di perairan Waropen dilaporkan mencapai ketinggian sekitar tiga meter. Kondisi ini dinilai sangat berisiko bagi keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, nakhoda kapal memilih untuk menghindari potensi bahaya dengan tidak memaksakan sandar.
Selain itu, kapal Sabuk Nusantara 100 juga tidak dapat menyinggahi Pelabuhan Waren akibat cuaca ekstrem. Kapal tersebut melanjutkan pelayaran menuju Serui dan ke sejumlah pelabuhan lain seperti Dawai, Kerudu, Kaipuri, Sarmi hingga Jayapura. Situasi ini menunjukkan luasnya dampak cuaca buruk terhadap jalur pelayaran.
Sementara itu, kapal Sabuk Nusantara 81 yang dijadwalkan berlayar dari Dawai menuju Serui dan Waropen terpaksa menunda pelayaran. Kapal tersebut saat ini berlindung di Pelabuhan Serui sambil menunggu kondisi cuaca membaik sebelum melanjutkan rute ke Nabire, Wasior, Manokwari, hingga Biak".Tambahnya
Kondisi serupa juga dialami kapal Express Bahari 99B yang pada Senin, 13 April 2026, tidak dapat melanjutkan pelayaran menuju Waren dan Biak. Hingga saat ini, belum ada kapal penumpang yang berhasil menyinggahi Pelabuhan Waren. Hal ini semakin mempertegas dampak cuaca ekstrem terhadap transportasi laut.
Dinas Perhubungan setempat menyatakan kondisi ini mengacu pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Data per 13 April 2026 menunjukkan tinggi gelombang mencapai 1,7 meter dengan arus laut 1,29 meter per detik dari arah timur ke barat.
"Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan laut hingga cuaca kembali normal demi keselamatan bersama".Ujarnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....