Bappeda Yapen Gelar Rakor PP-ATM, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

  • 07 Apr 2026 20:23 WIB
  •  Serui
Poin Utama
  • Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepulauan Yape
  • Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria (PP-ATM)
  • Program RSSH Papua

RRI.CO.ID, Serui - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria (PP-ATM), hasil kerja sama dengan Adinkes Papua. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bappeda dan dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta lembaga non-pemerintah.

Kepala Bidang Sosial dan Budaya Bappeda Kabupaten Kepulauan Yapen, Muddin, S.Sos., M.A.P kepada RRI melalui sambungan telepon menjelaskan bahwa pelaksanaan rakor ini merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Bupati yang diturunkan ke dalam Rencana Strategis (Renstra) perangkat daerah hingga Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) setiap tahun.

Menurutnya, upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan koordinasi lintas sektor, baik dari OPD maupun lembaga non-pemerintah.

“Beberapa sektor yang perlu dikolaborasikan antara lain perumahan, sanitasi, drainase, hingga program pemberian makanan tambahan. Dari sinilah Bappeda berperan sebagai jembatan untuk melihat, mengevaluasi, serta menindaklanjuti hasil pertemuan sebelumnya, termasuk capaian target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Bappeda Kabupaten Kepulauan Yapen mendukung penuh pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian AIDS, TB, dan Malaria melalui penguatan koordinasi lintas sektor.


Sementara itu, Koordinator Program Resilient and Sustainable Systems for Health ( RSSH ) Papua, Drs. Tahi Ganyang Butarbutar, M.Kes, menyampaikan bahwa tujuan utama rakor ini adalah menggerakkan seluruh lintas sektor, baik dari dinas kesehatan maupun non-kesehatan, serta melibatkan lembaga non-pemerintah dalam penanganan masalah kesehatan.

“Permasalahan kesehatan seperti AIDS, TB, dan malaria tidak bisa diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan saja. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk OPD non-kesehatan, yayasan, lembaga jasa, hingga organisasi seperti Baznas,” jelasnya.

Selain itu, rakor juga bertujuan untuk melihat perkembangan dan capaian program yang telah direncanakan, baik oleh Dinas Kesehatan maupun sektor lainnya, dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen.

Ia mengungkapkan, secara umum program penanganan AIDS, TB, dan malaria yang berjalan saat ini telah didukung melalui alokasi anggaran, meskipun masih terbatas. Namun demikian, hal tersebut dinilai sudah cukup membantu dalam mempercepat upaya pengendalian penyakit menuju target eliminasi tahun 2030.

“Wilayah ini masih tergolong daerah endemis malaria, HIV, dan TB. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi peran Bappeda yang mewakili pemerintah daerah dalam mengoordinasikan serta mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap, melalui pertemuan rutin yang difasilitasi Bappeda, upaya penanganan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Yapen dapat semakin terarah dan optimal, dengan dukungan asistensi dari Pemerintah Provinsi Papua.

Dengan kolaborasi lintas sektor yang kuat, diharapkan upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, TB, dan malaria di Kabupaten Kepulauan Yapen dapat berjalan lebih efektif demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....