Nyepi 2026 Yapen Gaungkan Harmoni dan Toleransi

  • 19 Mar 2026 11:03 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 atau 2026 Masehi di Kabupaten Kepulauan Yapen dilaksanakan secara sederhana. Tema yang diusung tahun ini adalah Vasudhaiva Kutumbakam yang berarti satu bumi satu keluarga.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kepulauan Yapen, Putu Mas Kurniawan S.E, mengatakan tema tersebut mencerminkan nilai toleransi dan kebersamaan antar umat manusia. Selain itu, filosofi Tat Twam Asi juga menjadi landasan dalam kehidupan sosial umat.

Baca Juga: https://rri.co.id/serui/arus-mudikbalik/2272018/pt-pelni-diskon-30-tiket-masih-berlaku

“Tema Vasudhaiva Kutumbakam artinya satu bumi satu keluarga yang sangat identik dengan toleransi, kemudian Tat Twam Asi yang bermakna aku adalah kamu dan kamu adalah aku,” ujarnya saat diwawancarai di Pura Agung Sabdha Bhuana Serui, Selasa, 17 Maret 2026. Ia menambahkan, perayaan Nyepi dimaknai sebagai momentum keheningan dan kesucian diri.

Rangkaian kegiatan Nyepi berlangsung sejak 17 hingga 21 Maret 2026. Diawali dengan penyucian fasilitas persembahyangan dan Pura, kemudian dilanjutkan dengan perayaan Tilem serta Pengerupukan, dan Tawur Agung Kesanga.

“Pengerupukan ini merupakan persembahan kepada bumi atau pertiwi agar kehidupan manusia menjadi semakin baik,” jelasnya. Prosesi tersebut juga dimaknai sebagai upaya penyucian alam dari unsur-unsur negatif sebelum memasuki Nyepi.

Baca Juga: https://berita.rri.co.id/serui/regional/2271861/bri-bo-serui-pastikan-layanan-digital-tetap-berjalan-selama-libur-panjang?

Pada 19 Maret 2026, umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian yang terdiri dari Amati Lelungan, Amati Lelanguan, Amati Geni, dan Amati Karya. Keempat pantangan ini menjadi bagian dari proses penyucian diri secara lahir dan batin.

“Makna Catur Brata Penyepian ini adalah wujud menyucikan diri dan kembali ke kehidupan yang lebih baik serta harmonis dengan semua makhluk,” katanya. Setelah itu, umat melaksanakan Ngembak Geni sebagai momentum silaturahmi dan saling memaafkan.

PHDI bersama Pemerintah dan aparat keamanan telah berkoordinasi terkait pelaksanaan Nyepi yang berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri. Kesepakatan bersama menekankan pentingnya zona damai dan saling menghormati, termasuk pengaturan kegiatan takbiran agar tidak mengganggu kekhusyukan umat Hindu.

Baca Juga: https://berita.rri.co.id/serui/regional/2272558/lamek-maniagasi-kembali-pimpin-hanura-waropen-periode-baru?

“Pelaksanaan kedua hari raya ini tetap mengacu pada zona damai dan sadar kerukunan yang sudah kita canangkan di Kabupaten Kepulauan Yapen,” ungkapnya. Ia berharap momentum Nyepi dan Idulfitri dapat memperkuat toleransi serta menjaga keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....