MRP sesalkan Pembakaran Atribut Mahkota Burung Cendrawasi

  • 22 Okt 2025 21:48 WIB
  •  Serui

KBRN, Serui: Anggota Majelis Rakyat Papua Pokja Adat utusan kabupaten kepulauan Yapen Cyrilus C Moman menanggapi video pemusnahan atribut mahkota cendrawasih yang beredar luas di media sosial oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua pada 20 Oktober 2025. Dikatakan Sebagai orang asli papua tentunya menyesali tindakan pemusnahan mahkota burung cendrawasih yang dinilai merupakan identitas budaya dan kultural orang asli papua. Kalaupun telah di sita hendaknya janganlah di bakar seperti yang terekam dalam vidio yang beredar ramai di media sosial. pembakaran mahkota ini merupakan tindakan melanggar nilai nilai adat papua.

"Seharus nya BKSD sebelum mengambil keputusan untuk pembakaran ornamen Adat berkordinasi dulu dengan Lembaga majelis rakyat Papua (MRP) atau dewan adat papua (DAP) agar mendapatkan pikiran konklusif dalam mengambil keputusan yang hari ini di kritik publik terkusus masyarakat orang asli ".Tandas Cyrilus. C. Moman.

Baginya mahkota burung cendrawasih yang telah di sita,ada baiknya di simpan untuk di gunakan pada momen adat dan tidak seharusnya di bakar,meski burung tersebut sudah mati.

Kepada pihak yang sudah ikut dalam pembakaran ornamen adat tersebut dengan dengan BKSD dalam video pembakaran mahkota burung cendrawasih perlu melakukan permohonan maaf kepada masyarakat papua atas kejadian yang terjadi.

"saya pikir kejadian ini menjadi catatan buat semua lembaga instusi yang ada di atas tanah papua bahkan kita semua agar kedepan tidak terulang lagi".Ujar Cyrilus Moman.

Di himbau kepada Masyarakat adat khususnya yang terbiasa berburu burung cendrawasih untuk di jual dan jadikan mahkota ,agar menghentikan aksi perburuan liar tersebut.

Dan apabila ada yang melihat perburuan cendrawasih segera di laporkan ke dewan adat setempat untuk mendapat sangsi hukum adat.

Jika kita mencintai budaya kita maka biarkan burung cendrawsih itu hidup di atas tanah papua agar 30 tahun akan datang anak cucu kita jalan di hutang masih mendengar suara burung cendrawasih bernyanyi sebagai simbol harapan hidup dan jati diri orang asli papua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....