Enam Efek Buruk Tidur Pasca-Sahur

  • 20 Feb 2026 05:14 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Selama menjalankan ibadah puasa Ramadan, pola makan dan pola tidur cenderung berubah. Kebanyakan orang akan tidur lebih malam untuk beribadah dan bangun lebih pagi untuk sahur. Setelah sahur, sebagian orang sering memilih untuk kembali tidur. Namun, kebiasaan ini ternyata berdampak buruk bagi kesehatan.

Dilansir dari berbagai sumber seperti IDNTIMES. Berikut adalah beberapa risiko yang bisa muncul apabila langsung tidur setelah sahur.

1. Refluks Asam dan Rasa Panas pada Dada (Heartburn)

Berbaring atau tidur setelah makan dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke esofagus, yang menyebabkan sensasi panas di dada atau heartburn. Risiko ini bahkan lebih besar bagi mereka yang menderita refluks asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). GERD terjadi ketika asam lambung sering naik ke esofagus, menyebabkan iritasi pada lapisan saluran tersebut.

2. Tubuh Menjadi Lemas

Sebagian orang mungkin memilih menyantap sahur lebih awal di tengah malam agar bisa tidur lebih lama. Namun, kebiasaan ini justru menurunkan kualitas tidur karena lambung harus bekerja ekstra untuk mencerna makanan. Akibatnya, tubuh malah terasa lemas ketika bangun.

3. Berat Badan Naik

Langsung tidur setelah sahur bisa memicu penumpukan lemak dalam tubuh. Ketika tubuh tidak aktif setelah makan besar, energi dari makanan tidak terpakai dan menjadi cadangan lemak. Jika pola ini terus berulang, kelebihan kalori akan terakumulasi, terlebih jika menu sahurmu tinggi karbohidrat dan lemak, sehingga memicu kenaikan berat badan.

4. Gangguan Pencernaan

Tidur setelah makan meningkatkan risiko mengalami dispepsia atau gangguan pencernaan. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti perut terasa penuh, sensasi panas di area perut, hingga sakit di ulu hati. Saat tubuh berbaring setelah makan, waktu yang dibutuhkan makanan untuk dicerna jadi lebih lama, sehingga memicu kembung, gas berlebih, dan ketidaknyamanan.

5. Risiko GERD yang Lebih Tinggi

Langsung tidur usai sahur atau makan dapat meningkatkan kemungkinan terkena GERD akibat naiknya asam lambung lebih dari dua kali seminggu. Gejala GERD meliputi rasa pahit di mulut, mual, muntah, nyeri ulu hati, perut kembung, dan sensasi mengganjal saat menelan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu komplikasi kesehatan yang lebih serius.

Gejala umum GERD:

6. . Sembelit

Lambung memerlukan waktu sekitar 2-3 jam untuk mengosongkan isinya setelah makan. Jika kamu langsung tidur setelah sahur, proses ini dapat terhambat dan menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit.

#Bagaimana Cara Mencegah Risiko-Risiko Ini?#

Hindari konsumsi makanan dengan kadar lemak, gula, dan kafein yang tinggi saat sahur.

Sertakan sayuran dan buah-buahan dalam menu sahur agar pencernaan tetap lancar.

#Kapan Waktu Ideal untuk Tidur Setelah Sahur?#

Para ahli kesehatan merekomendasikan jeda sekitar tiga jam antara waktu makan dan tidur. Hal ini memberikan waktu yang cukup untuk proses pencernaan sekaligus memastikan isi lambung telah bergerak menuju usus halus.

Selain itu, jenis makanan yang dikonsumsi juga memengaruhi proses pencernaan:

# Cairan bening seperti air dan jus cenderung cepat diterima tubuh; menunggu setengah jam sebelum tidur sudah cukup.

# Cairan yang lebih kental seperti protein shake atau kopi dengan krimer membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.

# Makanan padat, terutama yang mengandung lemak tinggi, memerlukan waktu lebih lama untuk diproses oleh tubuh.

Kesimpulannya, semakin lama jeda antara waktu makan dan tidur, semakin baik bagi kesehatan tubuhmu selama menjalankan puasa Ramadan. Pastikan untuk menjaga kebiasaan yang sehat agar puasamu tetap lancar sepanjang bulan suci ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....