Efek Mengurangi Konsumsi Gula pada Otak dan Kesehatan: Apa yang Perlu Diketahui?

  • 01 Agt 2024 14:58 WIB
  •  Serui

KBRN,Serui: Mengurangi atau berhenti mengonsumsi gula dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan, namun tindakan ini juga bisa memicu beberapa efek samping pada otak. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa pada tahun 2019, sekitar 1,5 juta kematian disebabkan oleh diabetes, dengan 48 persen di antaranya terjadi pada orang di bawah usia 70 tahun. Selain itu, sekitar 460.000 kematian di dunia juga terkait dengan penyakit ginjal akibat diabetes, dan sekitar 20 persen kematian akibat penyakit kardiovaskular disebabkan oleh peningkatan glukosa darah.

Mengurangi konsumsi gula merupakan langkah penting untuk mencegah kondisi tersebut. Namun, perubahan ini dapat mempengaruhi otak karena gula memiliki efek yang signifikan pada sistem saraf pusat.

Efek Gula pada Otak

Menurut laporan CNN (2 Maret 2017), gula mempengaruhi otak dengan merangsang sistem mesolimbik, yang melibatkan pelepasan neurotransmitter dopamin. Dopamin dan serotonin, dua hormon yang mengatur perasaan bahagia, dilepaskan ketika gula dikonsumsi, memberikan rasa kepuasan dan kesenangan. Rasa manis dianggap menyenangkan oleh otak karena gula mengaktifkan reseptor rasa manis, yang membuat kita cenderung menginginkan makanan manis secara berulang.

Konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan, mirip dengan ketergantungan pada obat-obatan. Hal ini terjadi karena gula menyebabkan pelepasan opioid endogen di otak, yang memicu keinginan untuk makan lebih banyak. Riset yang dilaporkan oleh Healthline (12 April 2024) menunjukkan bahwa dopamin dilepaskan di area otak yang terkait dengan ketagihan, seperti nukleus accumbens. Akibatnya, otak menjadi lebih toleran terhadap gula, memerlukan lebih banyak untuk merasakan kepuasan yang sama.

Efek Samping Mengurangi Konsumsi Gula

Ketika seseorang berhenti mengonsumsi gula, tubuh mungkin mengalami efek penarikan yang tidak menyenangkan. Gejala ini meliputi:

  • Kelelahan: Kekurangan gula dapat menyebabkan penurunan energi yang signifikan.
  • Sakit Kepala: Perubahan kadar glukosa darah sering kali mengakibatkan sakit kepala.
  • Perasaan Sedih atau Depresi: Fluktuasi hormon dopamin dan serotonin dapat memengaruhi suasana hati.
  • Kemudahan Tersinggung: Penurunan asupan gula dapat membuat seseorang lebih sensitif dan mudah marah.

Namun, efek ini biasanya bersifat sementara. Setelah tubuh menyesuaikan diri dengan kadar glukosa yang lebih rendah, energi dan suasana hati akan membaik.

Tips untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Untuk mengurangi asupan gula tanpa mengalami dampak negatif yang berlebihan, Anda dapat mencoba beberapa tips berikut:

  1. Ganti Minuman Manis: Pilih air biasa atau tambahkan daun mint, lemon, atau jeruk nipis untuk memberikan rasa pada air tanpa menambah gula.
  2. Makan Sumber Gizi Lain: Alihkan sarapan dari sereal yang manis ke makanan kaya protein dan serat seperti telur atau kacang.
  3. Perbaiki Pola Makan: Fokuskan pada makanan utuh yang tidak diproses, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan protein sehat.

Mengurangi gula dapat menjadi tantangan, namun manfaat jangka panjang bagi kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan sangatlah berharga. Untuk mendapatkan panduan yang lebih spesifik, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....