Waspada Musim Flu: Mungkinkah Unggas Ikut Terinfeksi?

  • 04 Okt 2026 05:38 WIB
  •  Serui
Poin Utama
  • Lagi Musim Flu, Bisakah Ayam Ketularan?
  • Apakah Flu pada Manusia Dapat Memapar Unggas?

RRI.CO.ID, Serui - Maraknya kasus flu menuntut masyarakat untuk lebih berhati-hati agar tidak gampang tertular penyakit. Lantas, bagaimana dampaknya bagi masyarakat yang memelihara ayam di kediaman mereka? Mungkinkah virus flu yang menyerang tubuh manusia dapat melompat dan menginfeksi unggas peliharaan?

Dikutip dari detikhealth. Topik ini terbilang penting untuk dipahami oleh warga yang memelihara ayam di pemukiman mereka. Pasalnya, baik flu manusia maupun flu burung sama-sama dipicu oleh virus influenza kelompok tipe A, walaupun keduanya merupakan dua jenis penyakit yang berbeda. Infeksi flu pada tubuh manusia pada umumnya dipicu oleh patogen influenza tipe A, semisal galur H1N1 pdm09 dan H3N2. Di lain sisi, wabah flu burung atau Avian Influenza bersumber dari varian H5N1 yang mayoritas menyerang populasi unggas.

Kalau begitu, haruskah seseorang yang tengah jatuh sakit flu membatasi interaksi dengan ayam miliknya?

Apakah Flu pada Manusia Dapat Memapar Unggas?

Guru Besar Kedokteran Hewan sekaligus ahli biologi molekuler Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. drh. Chairul Anwar Nidom, M.S., menerangkan bahwa sampai sekarang tidak ditemukannya bukti fenomena penularan virus flu musiman manusia ke hewan ternak ayam.

Beliau turut memaparkan bahwa perpindahan virus influenza manusia ke hewan memang bisa berlangsung pada jenis hewan tertentu. Sebagai contoh, babi terbukti rentan terserang paparan virus flu musiman sekaligus patogen flu burung. Meski demikian, kecenderungan penularan semacam itu tidak otomatis dijumpai pada spesies ayam. Dengan demikian, seorang pemilik yang terserang flu biasa tidak akan langsung menularkan penyakitnya kepada unggas yang dipeliharanya.

Waspadai Ancaman Penyakit dari Ayam yang Sedang Sakit

Walau demikian, para peternak atau pemelihara unggas wajib memantau kesehatan ayam-ayam mereka secara berkala. Sebab, patogen flu burung berisiko menginfeksi manusia jika terjadi kontak fisik langsung dengan unggas sakit atau area kandang yang sudah tercemar.

Prof. Nidom menegaskan bahwa indikasi utama serangan flu burung pada ternak ayam ditandai oleh masalah pada organ pernapasan.

Kendati demikian, kemunculan indikasi klinis tersebut belum bisa dijadikan patokan mutlak bahwa ayam pasti terserang flu burung. Menurut Prof. Nidom tanda-tandanya mirip dengan penyakit ayam atau unggas lain." . Oleh sebab itu, bilamana ayam memperlihatkan kondisi aneh apalagi mengalami kematian mendadak dalam jumlah banyak, pengujian laboratorium lanjutan mutlak dilakukan demi memastikan pemicunya.

Apakah Tetap Aman Memelihara Unggas di Tengah Musim Flu?

Meskipun wabah flu manusia tidak terbukti berpindah ke ayam, hal tersebut bukan alasan bagi peternak untuk meremehkan higienitas lingkungan kandang. Sebagai tindakan protektif, Prof. Nidom mengimbau penerapannya standar biosekuriti, meliputi pemakaian masker pelindung serta penyemprotan disinfektan.

Beliau menilai fungsi masker tak sebatas menangkal patogen flu saja, melainkan membentengi diri dari aneka kuman berbahaya di area sekitar kandang. "Penggunaan masker tidak hanya membendung virus flu, tetapi juga melindungi dari mikroorganisme asing lainnya yang berpotensi ada di sekitar lingkungan tempat tinggal ternak," tambahnya.

Para pemelihara ternak pun diimbau untuk membatasi akses orang asing di area kandang sembari merawat sanitasi sekitar.

Terkait prosedur disinfeksi, beliau menganjurkan pergantian jenis bahan secara berkala guna mencegah kekebalan atau resistensi kuman.

Lantas, Haruskah Pemelihara Ayam Merasa Khawatir?

Memiliki ternak ayam di area rumah tidak serta-merta meningkatkan risiko seseorang langsung terpapar flu burung. Ancaman infeksi sesungguhnya timbul akibat adanya kontak langsung dengan unggas berpenyakit atau area terkontaminasi, bukan sekadar dari aktivitas memeliharanya semata.

Walau begitu, pemelihara harus tetap sigap dan siaga apabila menjumpai adanya ayam yang mendadak jatuh sakit atau mati. Cegah sentuhan fisik secara langsung serta kenakan alat pelindung diri yang memadai saat harus memasuki kawasan kandang. Apabila muncul gejala sakit usai bersentuhan dengan unggas yang mati atau terindikasi sakit, rekam jejak interaksi tersebut wajib diinformasikan kepada petugas medis.

Guna merespons tren lonjakan kasus influenza, pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan ketersediaan sarana fasilitas kesehatan beserta persediaan obat. Keterangan ini ditegaskan oleh Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, dr. Andi Saguni, M.A., dalam siaran pers virtual seputar Perkembangan Kondisi dan Penanganan Influenza di Indonesia.

Ringkasnya, terserang flu tidak menuntut Anda untuk mengisolasi diri dari ayam ternak, melainkan kuncinya ada pada disiplin menjaga kebersihan, menjalankan standar biosekuriti, serta selalu peka terhadap perubahan kesehatan unggas Anda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....