Tips Menghadapi Fenomena Kabut Asap agar Tetap Aman dan Sehat

  • 19 Sep 2026 15:44 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Kabut asap bukan hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan. Paparan asap, terutama yang mengandung partikel halus, dapat membuat mata perih, tenggorokan terasa kering, batuk, hingga memperburuk keluhan pernapasan.

Saat kualitas udara sedang buruk, kita tentu tidak bisa begitu saja menghentikan aktivitas sehari-hari. Karena itu, penting untuk mengetahui langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi paparan kabut asap.

1. Kurangi aktivitas di luar ruangan

Jika kondisi udara sedang buruk, usahakan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama olahraga atau aktivitas fisik yang membuat kita bernapas lebih cepat.

Jika tidak terlalu mendesak, pilih aktivitas di dalam ruangan sampai kualitas udara membaik.

2. Gunakan masker saat harus keluar

Ketika harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti N95 atau KN95 yang terpasang dengan baik.

Masker kain biasa tidak memberikan perlindungan yang sama terhadap partikel halus dalam asap.

3. Tutup pintu dan jendela

Saat kabut asap berada di luar, tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya polusi ke dalam rumah.

Jika menggunakan pendingin ruangan, pastikan sistemnya menggunakan sirkulasi yang sesuai dan filter dalam kondisi bersih.

4. Perhatikan kualitas udara

Jangan hanya mengandalkan pandangan mata untuk menilai kondisi udara. Udara yang terlihat cukup jelas belum tentu bebas dari partikel polutan.

Jika tersedia, pantau informasi kualitas udara dari sumber resmi sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.

5. Jaga tubuh tetap terhidrasi

Minum air yang cukup dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi, terutama ketika cuaca panas atau udara terasa kering.

Namun, air putih bukan berarti dapat “membersihkan” paru-paru dari asap. Yang paling penting tetap mengurangi paparan terhadap polusi.

6. Jaga kebersihan setelah beraktivitas di luar

Setelah berada di luar ruangan, biasakan mencuci tangan dan wajah. Jika pakaian terkena asap atau debu, sebaiknya segera diganti agar partikel yang menempel tidak terbawa ke lingkungan dalam rumah.

7. Berikan perhatian lebih kepada kelompok rentan

Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit jantung atau gangguan pernapasan perlu lebih berhati-hati ketika kualitas udara memburuk.

Jika muncul keluhan seperti sesak napas, nyeri dada, sulit bernapas, atau kondisi kesehatan memburuk, segera cari pertolongan medis.

Kabut asap memang tidak selalu bisa kita kendalikan, tetapi paparan terhadapnya bisa dikurangi. Mulai dari membatasi aktivitas di luar, menggunakan masker yang tepat, menjaga udara di dalam rumah, hingga memantau kualitas udara secara berkala.

Jangan menunggu sampai mata perih atau mulai batuk untuk menyadari bahwa kualitas udara sedang tidak baik. Ketika udara sedang buruk, melindungi diri bukan berarti berlebihan—tetapi bagian dari menjaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....